Integrasi data antara dua atau lebih sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem informasi manajemen. Berbagai sistem informasi dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara sesuai dengan keperluannya. Tiap organisasi membagi pekerjaanya ke dalam bentuk fungsi-fungsi organisasi, seperti fungsi pemasaran, produksi, keuangan, personalia,dan lainnya. Setiap fungsi (unit) tersebut memerlukan data dan informasi dari unit lain atau dari luar organisasi untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya serta menghasilkan data dan informasi baik untuk disimpan sendiri maupun untuk didistribusikan ke unit-unit lain dalam organisasinya atau organisasi lain. Karena kerja sama tersebut, maka unit yang bekerja dengan data dan informasi tersebut dapat dikatakan sebagai memiliki sistem informasi sendiri. Unit-unit lain dalam organisasi tersebut juga memiliki sistem informasi masing-masing. Organisasi dapat dilihat sebagai satu sistem informasi, dengan demikian unit-unit kerja dalam organisasi bersangkutan akan menjadi subsistem-subsistem informasi, dan di dalam subsistem informasi akan terdapat subsistem informasi, demikian seterusnya sampai pada pekerjaan informasi dalam unit kerja yang terkecil. Keuntungan dari integrasi sistem informasi adalah membaiknya arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke system lain yang memerlukannya. Informasi ini kemudian digunakan lebih luas untuk membantu organisasi.Dilingkungan Kementerian Pertanian, hal tersebut dirasa perlu dilakukan khususnya antara Simluhtan yang merupakan aplikasi database berbasis web yang terdiri dari data kelembagaan penyuluhan, ketanagaan penyuluhan dan kelembagaan tani dan usaha tani dengan E-Proposal merupakan aplikasi database yang dibangun untuk mendukung sistem bottom up planning (kebutuhan anggaran) yang efektif dan efesien, karena beberapa variable data yang ada pada kedua sistem tersebut hampir sama, khususnya terkait data Poktan dan Gapoktan, sehingga tidak terjadi redudansi dalam pengimputan data, karena sumber data tersebut berasal dari tempat yang sama, yang diinput oleh operator/admin didaerah, untuk itulah dirasa penting mengintegrasikan dua sistem ini sehingga operator/admin di daerah tidak perlu melakukan input berulang kali, barangkali ini hanya salah satu contoh kasus yang terjadi, masih banyak aplikasi database yang sudah dibuat tetapi fungsi dan kegunaan sama dengan aplikasi lainnya, sehingga sistem tersebut setelah dibuat kurang berjalan dengan optimal. Penulis : Yusuf Darwin