Loading...

SINERGITAS BPP SARIWANGI DENGAN KELOMPOK SANTRI TANI MILENIAL

SINERGITAS BPP SARIWANGI DENGAN KELOMPOK SANTRI TANI MILENIAL
BPP Sariwangi. Kementrian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan pondok pesantren yang berada di wilayah Tasikmalaya, menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan). Kegiatan ini bertujuan mentransformasikan pengetahuan di bidang pertanian kepada para generasi muda dan santri. Program ini juga rencananya akan diadakan di seluruh pesantren di Jawa Barat. Untuk tahap pertama, pelatihan yang diadakan Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) ini diadakan selama tiga hari sejak Kamis (24/1) hingga Sabtu (26/1) di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Perwakilan peserta pelatihan sebanyak 60 santri berusia milenial dari 10 pondok pesantren agribisnis di Kabupaten Tasikmalaya. Pemilihan Tasikmalaya sebagai tempat pertama untuk mengawali program pelatihan santri tani milenial karena Tasikmalaya merupakan basis santri terbesar di Jawa Barat. Program Santri Tani Milenial adalah upaya pemerintah terhadap anak muda agar memiliki kemampuan usaha bertani maupun beternak sehingga mampu menumbuhkan perekonomian bangsa. Pada kesempatan itu, Mentan sempat berdialog dengan sejumlah santri yang datang. Puluhan ribu santri hadir dalam acara launching Santri Tani Milenial yang digagas Kementan. Amran mengatakan, memperkenalkan dan menggerakan santri milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Melibatkan para santri merupakan bagian dari program yang lebih besar yakni gerakan 1 juta petani milenial yang sudah ditetapkan sebagai program prioritas membangun manusia Indonesia di 2019. Data Badan Penyuluhan dan Pengambangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengungkapkan, Gerakan Petani Milenial ini sendiri melibatkan 1 juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani. Mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh sampai ke Papua. Dan dibagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Secara terpisah, Kabid Penyelenggaraan Pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ramadani Saputra, mengatakan pelatihan alsintan terhadap santri merupakan pertama kalinya. "Ini merupakan sarana untuk melahirkan santri tani milenial yang digaungkan pemerintah tahun ini," Para santri diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pertanian, selain pertanian santri juga diberikan materi budi daya hewan ternak. Melalui pelatihan ini para santri diberikan materi pengenalan, perawatan, serta pengoperasian alat mesin pertanian. Di wilayah binaan BPP Leuwisari telah dibentuk tiga Kelompok Santri Tani Milenial yaitu : KSTM Al Wahida, Kampung Randegan Desa Linggasirna KSTM Idaman, Padakarya Desa Linggasirna KSTM Cilenga, Kampung Cilenga Desa Selawangi KSTM Cahaya Barokah, Kampung Benjan Desa Sukamulih Dari ketiga KSTM tersebut mendapatkan bantuan berupa biaya pembuatan/perbaikan kandang, ternak ayam dan pakan. Ketiga bantuan tersebut langsung di kelola oleh para santri di masing-masing pesantren. #bppsariwangi #Kelompok santri tani milenial