Loading...

Sinergitas Penyuluh Pertanian, Peneliti dan Petani dalam Pendampingan Program Kawasan Hortikultra Komoditas Cabe

Sinergitas Penyuluh Pertanian, Peneliti dan Petani  dalam Pendampingan Program Kawasan Hortikultra Komoditas Cabe
Sinergitas Penyuluh Pertanian, Peneliti dan Petani dalam Pengembangan Kawasan Hortikultura Komoditas Cabe diimplementasikan dalam bentuk kerjasama antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, Balai Penelitian Sayuran (BALITSA) Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang dimulai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) di BPP Kecamatan Pasirwangi pada Rabu, 21 Maret 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh para petani/kelompoktani pelaku utama dan pelaku usaha cabe, petugas pertanian dan penyuluh pertanian dari Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Cigedug, Banyuresmi dan Pasirwangi. Kegiatan FGD dilakukan untuk menggali berbagai permasalahan teknis, sosial dan ekonomi yang dihadapi para petani pelaku utama dan pelaku usaha cabe serta untuk mengetahui kebutuhan teknologi dan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh para petani pelaku utama dan pelaku usaha sesuai dengan kondisi spesifik lokasi. Untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pertanian, BPTP Jawa Barat dan BALITSA Lembang akan melaksanakan Training of Trainer (ToT) kepada penyuluh pertanian lapangan dari 5 kecamatan yang nantinya meraka akan berperan sebagai pemandu lapang dalam rangka pendampingan kaji terap inovasi teknologi komoditas cabe proliga (produksi lipat ganda) yang akan dilakukan bersama para petani/kelompoktani pelaku utama dan pelaku usaha. Selain melaksanakan domplot kaji terap teknologi, BPTP Jawa Barat dan BALITSA juga akan menyelenggarakan kursus tani bagi petani selama 4-5 kali pertemuan. Pada pertengahan kegiatan demplot kaji terap akan dilaksanakan pertemuan untuk mengekspos kegiatan dan permasalahan yang ditemui para petani di lapangan serta mencari alternatif pemecahan masalahnya. Pada akhir kegiatan, akan diadakan Temu Lapang Petani (Farmer`s Field Day) yang bertujuan untuk: (1) Membuka kesempatan bagi petani untuk mendapatkan informasi mengenai teknologi hasil kaji terap; (2) Membuka kesempatan bagi para peneliti untuk memperoleh umpan balik dari hasil-hasil kaji terap; (3) Menyalurkan teknologi dikalangan petani secara cepat, dan Menjalin hubungan yang akrab antara peneliti, penyuluh dan petani.Dalam Sambutannya, Didin Moh. Nurdin selaku Kepala Seksi Tanaman Sayuran Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk menstabilkan harga komoditas cabe yaitu melalui pengaturan pola tanam dan jadwal tanam. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi panen bersamaan yang mengakibatkan produksi melimpah yang berdampak pada penurunan harga. Pada tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Garut mengalokasikan program pengembangan kawasan cabe seluas 225 ha yang terdiri dari 150 ha cabe besar yang tersebar di 19 Kecamatan, 30 Kelompoktani dan 75 ha cabe rawit yang tersebar di 9 Kecamatan, 15 Kelompoktani. Penulis (Aden Kurniawan,SST)