Loading...

Singkong,, Pangan Non Beras Yang Murah Meriah

Singkong,, Pangan Non Beras Yang Murah Meriah
Dewasa ini Pemerintah sering menggaungkan diversifikasi pangan kepada masyarakat. Diversifikasi pangan dimaksudkan untuk memperoleh keragaman zat gizi sekaligus melepas ketergantungan masyarakat atas satu jenis pangan pokok tertentu yaitu beras. Namun, keberhasilan program ini masih sulit terukur. Konsumsi pangan alternatif seperti singkong, jagung atau sagu masih sulit dijadikan gaya hidup. Sebab konsumsi pangan tersebut kerap diidentikan sebagai orang tidak mampu. Ketergantungan yang tinggi dapat memicu ketidakstabilan jika pasokan terganggu dan sebaliknya jika masyarakat menyukai pangan alternative maka ketidakstabilan akan dapat dijaga. Hasil pertanian dan budidaya pangan suatu daerah merupakan suatu aset ekonomi, budaya dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu sangat tepat apabila sasaran pembangunan bidang pangan di Indonesia diantaranya adalah; terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga, terwujudnya diversifikasi pangan serta terjamin keamanan pangan. Oleh karena itu perlu kembali disampaikan kepada masyarakat akan pentingnya pangan non beras yang ada disekitar kita, salah satunya adalah singkong yang harganya murah dan mudah didapatkan. Singkong merupakan makanan pokok bagi sebagian penduduk dunia, terutama yang tinggal di wilayah tropis, seperti Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Di dalam singkong, terkandung aneka nutrisi yang meliputi: Karbohidrat. Protein. Serat. Mineral, termasuk kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium. Vitamin, yakni vitamin C dan vitamin A. Air. Melihat kandungan diatas maka singkong sangat ideal untuk dikonsumsi dalam sehari-hari, hanya saja masyarakat kita selama ini belum banyak mengetahui bahwa singkong dapat diolah dengan berbagai cara yang menarik dan memiliki cita rasa yang lezat, sehingga tidak melulu menikmati singkong rebus atau singkong goreng saja. Dalam kegiatan pertemuan KWT Indah berseri Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020, disampaikan penting nya diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi pangan lokal maupun pangan non beras. Untuk menambah pengetahuan ibu-ibu anggota KWT dilaksanakan pula kursus tani pengolahan sop singkong yang sehat dan bisa dinikmati untuk semua umur, sehingga Ibu-ibu KWT dapat menambah perbendaharaan menu makanan yang dapat disajikan untuk keluarga. oleh : Yulia Resty, SP PPL. Kel. Sungai Besar & Guntung Paikat