HEMAT AIR DENGAN METODE AWD
(ALTERNATE WETTING AND DRYING)

OLEH :
ASNIATIN, SP
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
(BPP) KECAMATAN ANGGABERI
KABUPATEN KONAWE
TAHUN 2025
HEMAT AIR DENGAN METODE AWD
(ALTERNATE WETTING AND DRYING)
Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi makhluk hidup, termasuk bagi tanaman padi dan tanaman pertanian lainnya. Air menjadi salah satu faktor yang sangat penting bagi sistem produksi padi sawah, ketersediaan air tidak hanya mempengaruhi produktivitas tanaman, luas areal tanam dan intensitas pertanaman, juga potensi perluasan areal baru, bahkan menentukan kualitas produksi gabah.
Salah satu tantangan yang dihadapi dalampengelolaan sumber daya air adalah meningkatnya kebutuhan akan air seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini juga berdampak pada peningkatan kebutuhan pangan. Saat ini, kebutuhan air terutama didominasi oleh sektor pertanian, di mana sebagian besar petani masih menggunakan metode irigasi konvensional yang membutuhkan banyak air. Masalah ini diperparah oleh perilaku beberapa petani yang memberikan air secara berlebihan, menyebabkan kekurangan air di wilayah yang lebih rendah. Salah satu solusi untuk memperluas area irigasi yang mendapatkan pasokan air yang cukup adalah dengan menerapkan sistem irigasi hemat air di sawah padi.
Sistem irigasi hemat air ini menggunakan pendekatan terputus-putus dalam pemberian air untuk mengurangi kehilangan air yang tidak produktif seperti rembesan, evaporasi, dan perkolasi. Selain itu, sistem irigasi hemat air juga memperhatikan aliran transpirasi yang penting dalam pengairan sawah.
Teknologi pengairan AWD ini dikembangkan oleh IRRI (International Rice Research institute) pada tahun 2009 di Philipina. Dari hasil penelitian Balai Penelitian Lingkungan (Balingtan) di Kebun Percobaan Balingtan, kelangkaan air di lahan sawah dapat ditekan bahkan dapat dihindari, salah satunya dengan menerapkan teknologi AWD. Teknologi ini mampu menghemat penggunaan air irigasi sebesar 17 - 20 % dan menekan emisi gas rumah kaca antara 35 - 38 %.
Manfaat Sistem Pengairan AWD
1. Penghematan Air: Metode ini sangat efisien dalam penggunaan air, mengurangi kebutuhan air irigasi hingga 20 % atau lebih dengan mengeringkan lahan selama periode tertentu.
2. Peningkatan Hasil Panen: Meskipun hemat air, AWD dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan hasil panen padi dibandingkan dengan penggenangan terus-menerus.
3. Pengurangan Emisi Metana: Dengan menjaga keseimbangan kelembaban tanah, AWD membantu mengurangi emisi metana, sebuah gas rumah kaca dari sawah, sehingga berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.
4. Tanaman Padi Lebih Kuat dan Tahan Rebah: Sistem perakaran tanaman menjadi lebih dalam dan kuat, membuat batang padi lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
5. Pengurangan Biaya Produksi: Penghematan air mengurangi biaya pemompaan, yang secara langsung meningkatkan pendapatan petani.
6. Peningkatan Produktivitas Air: Peningkatan efisiensi dalam pengelolaan air menghasilkan produktivitas air yang lebih tinggi.
7. Meningkatkan Kesehatan Tanah: Sisten perakaran yang lebih luas pada metode AWD juga membantu menyerap karbon dan meningkatkan kesehatan serta kandungan bahan organik tanah.
Langkah-langkah Penerapan AWD
1. Pemasangan Alat Pengukur (Piezometer/Pipa AWD)
Ø Siapkan pipa atau paralon berdiameter 2-5 cm dengan lubang-lubang kecil setinggi 20 cm.
Ø Benamkan pipa sedalam 20 cm di lahan, dengan ketinggian 15 cm di atas permukaan tanah.
Ø Pastikan pipa berada di area yang airnya mewakili kondisi rata-rata lahan sawah.
Ø Keluarkan tanah yang masuk ke dalam pipa setelah pemasangan.
Ø Pemasangan bisa dimulai 1-2 minggu setelah tanam padi, atau ditunda jika banyak gulma untuk membantu menekan pertumbuhannya.
2. Pemantauan Level Air
Ø Pengukuran dimulai pada 7-10 hst pada setiap tapin dan 21 hst.
Ø Pantau level air di dalam pipa setiap dua hari sekali dan catat.
Ø Lakukan pengukuran dengan penggaris atau meteran pada mistar yang dipasang di sisi dalam pipa.
3. Pengairan (Siklus Basah-Kering)
Ø Ketika level air turun hingga sekitar 15 cm di bawah permukaan tanah, segera aliri kembali sawah.
Ø Padi tidak perlu terus-menerus digenangi air.
Ø Tingkatkan ketinggian air di sawah pada saat pembungaan dan pengisian bulir.
Ø Keringkan sawah sekitar 7-10 hari sebelum panen.