Loading...

Sistem Budi Daya Padi Berbasis Teknologi Spesifik Lokasi

Sistem Budi Daya Padi Berbasis Teknologi Spesifik Lokasi
Budidaya adalah serangkaian kegiatan untuk menumbuhkan (dari penanganan benih hingga panen) tanaman dengan lebih baik daripada di habitat aslinya. Dengan pengertian ini, pertanaman padi liar yang tumbuh di hamparan tidak dapat dikakategorikan sebagai hasil budidaya. Namun sebaliknya, serumpun padi yang ditumbuhkan dan dipelihara di dalam pot dapat dikategorikan sebagai budidaya. Dengan demikian, indikator budidaya yang baik adalah cara budidaya yang dapat mrnyebabkan tanaman tumbuh maksimal menurut atau mendekati potensi genetiknya. Komponen budidaya tanaman padi sawah, meliputi komponen (1) perawatan benih, (2) pemilihan varietas, (3) penyiapan pesemaian, (4) penyiapan lahan atau pengolahan tanah, (5) tanam bibit/benih (transplanting), (6) pengaturan jarak tanam, (7) pemberian pupuk dan/atau bahan organik, (8) pengelolaan air, (9) pengelolaan gulma, (10) pengendalian hama dan penyakit, dan (11) panen. Pada tiap komponen budidaya, terdapat keragaman atau alternatif cara yang dilakukan petani berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya dengan menpertimbangkan faktor-faktor (1) kondisi lingkungan (lahan, air, biotik,abiotik), (2) ketersediaan tenaga kerja, (3) ketersediaan modal, dan (4) keinginarn petani dan (5) kondisi pasar. Filosofi dan Prinsip BudidayaDalam pengelolaannya, budidaya padi perlu dipandang sebagai satu sistem yang terdiri atas individu-individu tanaman yang saling berinteraksi (dalam satu populasi) dengan karakteristik tertentu, dipengaruhi setiap saat oleh lingkungannya secara positif dan negatif seperti iklim (radiasi surya, suhu, hujan, kelembaban udara), kondisi tanah, air, organisme pengganggu tanaman/OPT, dan cara pengelolaan. Oleh karena itu, pertumbuhan tanaman (sejak benih hingga panen) merupakan hasil dari proses dinamis yang kualitasnya dipengaruhi oleh kondisi tersebut di atas yang berakhir dengan terbentuknya produk (hasil gabah) dengan kuantitas dan kualitas tertentu. Dengan demikian, penampilan dan produktivitas pertanaman padi pada suatu wilayah merupakan hasil akhir dari interaksi antara faktor genetik varietas tanaman dengan lingkungan dan pengelolaan melalui suatu proses fisiologis dalam bentuk pertumbuhan tanaman. Prinsip budi daya adalah (1) menerapkan komponen teknologi budi daya baru yang efisien dan efektif sesuai dengan karakteristik wilayah, (2) menerapkan komponen teknologi yang dapat mengatasi permasalahan setempat, sehingga akan nyata manfaatnya bagi petani, (3) memilih sebanyak mungkin komponen teknologi budi daya yang saling mempengaruhi sehingga akan menghasilkan efek sinergis, (4) menghindarkan penggunaan satu atau lebih komponen teknologi yang "saling berlawanan" atau "saling menghilangkan pengaruh" atau yang dapat menambah permasalahan setempat, sehingga tidak terjadi pengurangan efek positif terhadap hasil tanaman, dan (5) pilihan atau keinginan petani setempat atas suatu komponen teknologi diperhitungkan dan dinilai sesuai dengan tingkat keinginannya, sehingga ada unsur partisipatif yang dapat mempermudah adopsi dan penyebaran teknologi. Varietas tanaman padi, agar memberi hasil maksimal, selama pertumbuhannya menerima pengaruh rangsangan secara terus menerus dari lingkungan sekitarnya. Varietas tersebut memiliki keragaman sifat internal, seperti umur, bentuk tajuk dan akar, serta kepekaan atau ketahanan terhadap kekurangan atau kelebihan air, hara, radiasi surya, suhu, hama, dan penyakit tertentu. Selain varietas, produktivitas padi juga ditentukan oleh lingkungan tumbuhnya. Lingkungan tumbuh dapat dipilah ke dalam lingkungan abiotik dan biotik. Lingkungan abiotik meliputi (1) radiasi surya, dan suhu udara yang erat kaitannya dengan tinggi tempat (dataran rendah, sedang, dan tinggi), curah hujan dan musim tanam , (2) kecukupan air, dan (c) kondisi tanah (kesuburan fisik, biologik tanah). Limgkungan biotik adalah jenis dan intensitas serangan hama dan penyakit. Penerapan teknologi dalam budidaya dimaksudkan agar menyesuaikan diri terhadap lingkungan tumbuh, sehingga diperoleh pertumbuhan dan hasil yang optimal. Oleh karena kondisi lingkungan dan varietas yang digunakan juga berbeda antar lokasi, maka cara budidaya perlu disesuaikan. Permasalahan dalam peningkatan hasil sebagian besar karena tidak tepatnya penerapan teknologi, termasuk varietas yang ditanam. Untuk pencapaian hasil maksimal diperlukan ketepatan pemilihan komponen teknologi. Teknologi Spesifik LokasiBerdasarkan prinsip ekofisiologi tanaman padi, berbagai alternatif komponen teknologi perlu dimanfaatkan untuk menghadapi lingkungan pertanian yang beragam. Teknologi hasil penelitian perlu diinventarisasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena setiap komponen teknologi yang telah teruji baik di suatu lokasi tentu diperlukan di lokasi lain dengan karakteristik serupa, namun tidak satupun teknologi budidaya menjadi terbaik di semua lokasi mengingat beragamnya kondisi lingkungan abiotik (iklim, tanah, air), biotik (hama, penyakit, gulma), dan kondisi sosial, ekonomi, budaya petani. Sebaliknya, ada lokasi dengan kondisi lingkungan tertentu yang memerlukan alternatif teknologi yang dianggap tidak penting karena tidak unggul di lokasi pengujian yang berbeda kondisinya. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan