Loading...

SISTEM BUDIDAYA ORGANIK

SISTEM BUDIDAYA ORGANIK
Alami atau natural merupakan jaminan sehat dan bebas resiko kimiawi. Hal ini sering digunakan masyarakat sebagai indikator pola hidup sehat, sehingga apapun yang bersipat alami dapat dipastikan sehat dan aman termasuk hasil pertanian. Tidak sedikit masyarakat sebagai konsumen hasil pertanian menginginkan hasil produksi pertanian yang alami bebas bahan kimiawi atau yang sering kita dengar dengan sebutan organik.Pada dasarnya, sebelum kemajuan teknologi seperti sekarang ini kegiatan pertanian tradisional telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu dengan menggunakan sitem budidaya organik. Seiring dengan kemajuan teknologi dan zaman munculah inovasi-inovasi pertanian dan tidak sedikit yang memicu penggunaan bahan kimia dan berdampak jangka panjang pada alam. Selanjutnya pada tahun 1930 barulah dikembangkan sistem pertanian organik sebagai upaya pengembalian kelestarian alam. Sistem budidaya organik ini diperkenalkan oleh pakar botani terkemuka yaitu Sir Albert Howar bersala istrinya Gabriel Howard.Sistem budidaya pertanian organik merupakan manajemen produksi pertanian yang bertujuan agar hasil pertanian lebih sehat, bebas bahan kimia baik dari pupuk maupun pestisida. Sekain agar sehat dikonsumsi, sistem budidaya organik juga bertujuan munyelamatkan alam dari resiko-resiko pencemaran seperti pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran air dan menjaga ekosistem yang terlibat didalamnya tetap seimbang.Manfaat sistem budidaya pertanian organik sangatlah beragam diantaranya menghasilkan tanaman yang lebih sehat, bebas bahan kimia aktif dan residu. Hasil pertanian pun menjadi sehat dan didapatkan hasil seperti bayam organik, beras organik dan hasil pertanian lain yang lebih sehat. Kegiatan pertanian pun akan lebih sehat dengan menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.Dalam penerapan sistem budidaya organik sangatlah perlu atau mewajibkan untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung kimia aktif untuk kesehatan tanamannya. Intinya adalah dalam sistem budidaya organik harus menggunakan bahan-bahan yang bersifat organik dan tidak mengandung bahan kimia aktif sebagai sarana budidaya pertanian. Berbeda dengan sistem budidaya konvensional yang menggunakan sarana pertanian berbahan kimia seperti pada pupuk dan pestisida.Seperti yanng telah dibahas sebelumnya, berulang-ulang ditekankan bahwa sistem budidaya organik tidak menggunakan bahan kimia dalam semua sarana pertanian, hal ini dapat diganti dengan menggunakan sarana pertanian yang bersifat organik diantaranya yaitu menggunakan pupuk organik dan pestisida organik sebagai sarana utama. Penggunaan pupuk organik sangat diperlukan untuk mengembalikan kesuburan tanah, kesehatan tanah dan bebas dari unsur residu. begitu pula dengan pestisida organik yang digunakan untuk pengendalian hama pertanian namun tetap dapat menjaga keseimbangan ekosistem dan tidak menimbulkan pencemaran.Di indonesia sendiri hingga saat ini penggunaan sistem budidaya organik masih masih terbilang sedikit karena kebanyakan pertanian di Indonesia masih menggunakan sistem konvensional. Namun demikian pemerintah terus gencar dalam menyarankan agar pertanian menggunakan sistem budidaya organik guna menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem yang ada. Semoga dengan kesadaran akan kesehatan dan kelestarian alam yang difahami oleh pelaku aktivitas pertanian dapat meningkatkan kesadaran untuk terus menerapkan sistem budidaya organik pada kegiatan pertanian.