Sistem Integrasi Ternak Sapi dan Tanaman Kelapa Sawit
Labuhan Baru, merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan way serdang kabupaten mesuji yang didominasi perkebunan sawit rakyat seluas 40% dari luas wilayah 875 ha. Perkebunan sawit rakyat ini dikelola oleh perorangan dengan sistem yang sederhana dan diintegrasikan dengan pemeliharaan ternak sapi. Sistem integrasi tanaman kelapa sawit dan sapi merupakan salah satu bentuk implementasi sistem integrasi tanaman ternak (SITT). Di dalam konsep integrasi sapi sawit limbah kelapa sawit dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah sapi baik berupa padat maupun cair digunakan sebagai kompos untuk pupuk kelapa sawit. Di desa pancawarna konsep integrasi yang diterapkan tergolong konsep integrasi in situ dimana ternak dilepas liarkan di areal perkebunan kelapa sawit untuk mencari makan berupa rumput dan pelepah kelapa sawit yang dicacah dan ternak-ternak sapi bebas mengeluarkan kotoran di lahan perkebunan baik berupa kotoran padat maupun berupa kotoran cair. Sistem integrasi sawit dan sapi ini sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh petani petani di desa pancawarna sehingga setiap pemilik kebun sawit juga diikuti dengan pemeliharaan ternak sapi. Sistem seperti ini telah lama dilakukan oleh petani hal ini dilakukan pertama kali karena petani kesulitan mencari pakan berupa rumput dan hijauan pakan sehingga sembari memangkas pelepah sawit sembari memberi pakan ternak dan secara tidak langsung lahan sawit bebas gulma. Keuntungan dari integrasi sawit dan sapi Adalah dari limbah kotoran sapi baik berupa padat maupun cair dapat Memperbaiki fisik tanah, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation pada tanah. Sedangkan pada ternak kecukupan pakan ternak terpenuhi dan ternak lebih sehat sebab dilepas liarkan atau diumbaran. Oleh: Andrian Hermawanda.