Loading...

SISTEM IRIGASI BERSELANG

SISTEM IRIGASI BERSELANG
Kebanyakan sistem irigasi yang di gunakan petani Indonesia, menerapkan sistem irigasi berselang yaitu pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk : Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas Memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam Mengurangi timbulnya keracunan besi Mengurangi penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar Mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat Mengurangi kerebahan Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah) Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen Memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah) Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, dan mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus Cara pengelolaan air pada sistem pengairan berselang: Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut : Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek. Sistem irigasi berselang merupakan sistem yang dapat diandalkan.Irigasi berselang dapat meningkat hasil padi sebesar 7%, dibanding hasil pada lahan yang digenangi terus menerus. Pada waktu mengairi tanaman padi di sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara sebagai berikut: Tanaman Padi yang berumur 0-8 hari kedalaman air cukup 5 cm saja. Tanaman yang berumur 8-45 harikedalaman air dapat ditambah hingga 10-20 cm. Tanaman padi yang sudahberbuah / bulir padi sudah ada dan mulai menguning kedalaman air dapat ditambah hingga 25 cm.Setelah itu dikurangi Tanaman padisepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat masak/menguning OLEH TAUFIQ MA’RUF