Loading...

SISTEM PENANAMAN KACANG KEDELAI

SISTEM PENANAMAN KACANG KEDELAI
"Ada berbagai cara atau sistem yang dapat dilakukan dalam menanam kedelai. Kesemuanya ini bertujuan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin".Pangan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Kebutuhan ini selalu meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan penduduk itu sendiri. Salah satu dari bahan pangan tersebut adalah kedelai. Seperti halnya tanaman pangan yang lain, tanaman kedelai juga memiliki cara dan tahap-tahap tertentu dalam pembudidayaannya. Diantaranya adalah teknik penanaman.Ada berbagai cara atau sistem yang dapat dilakukan dalam menanam kedelai. Kesemuanya ini bertujuan untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin. Biasanya diselaraskan dengan sistem-sistem penanaman yang sudah dikenal masyarakat disamping juga memanfaatkan luas lahan yang tersedia.Di negara-negara yang masih mengandalkan alat-alat pertanian tradisional, kedelai biasanya ditanam bersamaan dengan tanaman sampingan lain. Misalnya saja, kacang tunggak, kacang tanah, ketela, cantel (sejenis padi-padian) dan sebagainya. Sedangkan sistem penanaman yang umumnya dipakai yaitu: 1) Sistem tanam tugal ; 2) Sistem tanam campuran; dan 3) Sistem multiple cropping.Sistem manapun yang dipilih, ketiganya punya teknik, keunggulan dan kelemahan masing-masing, sebagai berikut: 1) Sistem tanam tugal; Dalam sistem ini seluruh lahan ditanami kedelai, tanpa dibarengi tanaman palawija lainnya. Sistem tanam tugal ini bertujuan memperoleh produksi kedelai yang lebih baik, terutama mutu dan jumlah produksinya. Oleh karena itu, biasanya lahan diperlukan secara khusus, mulai dari pengolahan tanah sampai pada saat panen. Kedelai yang ditanam dengan menggunakan sistem ini membutuhkan lahan setengah kering atau cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendheng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan.Kelebihan tanam sistem tugal ini ialah disamping menghasilkan jumlah dan mutu panen yang memuaskan, juga memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Sebab, pada sistem tanam tugal, jenis hama dan penyakit tanaman sama. Sedangkan kelemahan sistem ini ialah bahwa penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedele dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tugal adalah 20 cm X 20 cm, 20 cm x 35 cm atau 20 cm x 40; 2) Sistem tanam campuran: Bertanam kedelai dengan sistem campuran dapat juga dilaksanakan dan berhasil dengan baik, asalkan syarat-syarat terpenuhi, diantaranya: Umur tanaman tidak jauh berbeda, tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang lain, jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit, kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dicampur dengan kacang tunggak atau kacang tanah, jagung, ketela pohon dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut : a) Tanaman campuran antara kedelai dan kacang tunggak: Cara seperti ini bisa dilaksanakan di tanah kering seperti tanah tegalan atau sawah tadah hujan. Setelah tanah diolah secukupnya, kacang tunggak ditugalkan dengan jarak tanam 90 cm x 90 cm, 100 cm x 100 cm, atau 90 cm x 120 cm. Setelah lubang diisi benih 2 – 3 biji, lubang ditutup langsung diberi acir. Diantara acir-acir itu dapat dibuat tegalan untuk tanaman kedelai 2-3 biji. Cara ini dapat dilaksanakan. Tiap tugalan diisi 2-3 biji. Cara ini dapat juga dilaksanakan dengan menanam kedelai terlebih dahulu, disusul kacang tunggak. Dalam sistem ini kedelai dapat ditanam bersama dengan lebih dari satu macam tanaman lain, asalkan pengaturan jarak tanam dan pemeliharaan tanaman dilakukan secara seksama; b) Tanaman campuran antara kedele dan jagung: Tanah yang akan ditanami diolah terlebih dahulu dan biasanya tanah yang dipilih adalah tanah yang masih dapat diairi dan tidak begitu liat. Setelah pengolahan tanah selesai sebaiknya benih jagung ditanam terlebih dahulu. Setelah jagung berumur tiga minggu, kedelai mulai ditugalkan sesuai dengan jarak tanam jagung yang telah ada. Kemungkinan lain, setelah tanah diolah, kedelai ditugalkan dulu baru kemudian jagung; c) Tanaman campuran antara kedelai dan ketela pohon: Setelah ketela pohon berumur dua bulan, tanah diantara barisan ketela pohon diolah, kemudian dibuat tugalan untuk ditanami kedelai. Jarak tanam untuk kedelai tidak boleh terlalu dekat dengan ketela pohon. Jarak yang baik untuk ketela pohon adalah 100 cm x 100 cm atau 90 cm x 90 cm, sehingga bayang-bayang daun ketela tidak terus menerus menutupi kedelai.Sistem penanaman lain yang juga baik dan dapat digunakan dalam pola penanaman kedelai dan selalu memberikan keuntungan produksi, baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomis serta dapat diterima oleh masyarakat setempat adalah multiple cropping system. Sistem ini merupakan gabungan dari sistem tumpangsari dan sistem-sistem lainnya, dengan memperhatikan pergiliran tanaman. Dalam sistem tumpang sari, kegiatan penanaman diatur atau disesuaikan dengan pola pergiliran tanaman sepanjang musim sehingga sesudah tanaman pokok dipanen, tanaman lain pun sudah besar dan siap di panen pula. Dengan demikian terciptalah pemanfaatan waktu dan lahan yang sebesar-besarnya untuk mendapatkan hasil optimal (Inang Sariati).Sumber :1. Firmanto, Bagus Herdy, "Praktis Bercocok Tanam Kedele Secara Intensif", Angkasa, Bandung, 2011.2. https://www.google.co.id/search?q=kedelai3. http://dspenganten.blogspot.com/2013/06/waktu-dan-cara-menanam-kedelai-serta.html