Loading...

Sistem Polatanam Polikultur meningkatkan kesuburan tanah.

Sistem Polatanam Polikultur meningkatkan kesuburan tanah.
Polatanam polikultur adalah penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan pertanian dalam waktu satu tahun. Penanaman lebih dari satu jenis tanaman ini bisa dalam satu waktu atau juga bisa dalam beberapa waktu tetapi dalam satu tahun. Dalam satu waktu contohnya adalah penanaman jagung bersamaan dengan kacang tanah dalam satu lahan dalam satu waktu tanam. Dalam beberapa waktu misalnya penanaman padi pada musim pertama kemudian dilanjutkan penanaman jagung pada musim kedua. Dengan pemilihan tanaman yang tepat, sistem polikultur dapat memberikan keuntungan sebagai berikut :• Mengurangi hama dan penyakit tanaman karena tanaman yang satu dapat mengurangi hama tanaman yang lain, contoh tanaman bawang daun dan tanaman kol.• Menambah kesuburan tanah karena dengan menanam tanaman kacang-kacangan, kandungan unsur nitrogen akan bertambah dan perbedaan perakaran dangkal dan dalam menghindari persaingan tanaman dalam memperoleh unsur hara.• Memperoleh hasil panen yang beragam.• Memutus siklus hidup hama atau penyakit dengan rotasi tanaman.Ada beragam sistem polikultur yaitu :• Tumpang gilir (multiple cropping), yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama selama periode tertentu untuk memperoleh hasil panen yang beragam.• Tanaman pendamping (companion planting), yaitu menanam lebih dari satu tanaman dalam satu bedeng untuk saling melengkapi kebutuhan fisik dan unsur hara.• Tanaman campuran (mixed cropping), yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada suatu lahan dan dalam waktu yang sama.• Tumpangsari (intercropping dan interplanting), yaitu menanam lebih dari satu jenis tanaman pada satu lahan dan dalam waktu yang sama dengan barisan-barisan teratur.• Penanaman lorong (alley cropping), yaitu menanam tanaman berusia pendek diantara larikan tanaman yang dapat tumbuh cepat dan tinggi serta berumur panjang (tahunan).• Pergiliran tanaman (rotasi tanaman), yaitu menanam jenis-jenis tanaman dari family yang berbeda secara bergantian (bergilir).Pemilihan pola tanam polikultur dipengaruhi oleh aspek lingkungan dan juga sosial ekonomi masyarakat pelaku usaha tani. Aspek lingkungan yang paling berpengaruh adalah ketersiediaan air. Umumnya, pada daerah pertanian yang curah hujan tidak merata sepanjang tahun dan irigasi teknis tidak tersedia, pola yang digunakan adalah pola polikultur. kebutuhan air untuk setiap jenis tanaman sangat beragam. Curah hujan yang tidak merata mungkin tidak akan mencukupi kebutuhan air untuk tanaman yang membutuhkan banyak air seperti padi. Untuk meminimalisir gagal panen, maka pada musim di mana hujan sangat minim, lahan ditanami dengan tanaman yang hanya membutuhkan sedikit air, seperti jagung atau kacang hijau. Dari sisi sosial ekonomi masyarakat, polikultur umunya merupakan polatanam yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan yang tujuan usaha taninya adalah untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsisten). Pada sistem sosial yang demikian, terdapat kecenderugan bahwa yang paling penting adalah tetap memperoleh hasil panen daripada mendapatkan keuntungan secara ekonomi. Menanam lebih dari satu jenis tanaman menjadi semacam penjamin untuk tetap mendapatkan hasil panen. Ketika salah satu komoditas tidak bisa dipanen, maka masih ada komoditas yang lain yang bisa dipanen. Efisiensi penggunaan lahan juga digunakan sebagai alasan untuk bertanam secara polikultur. Pada komoditas tanaman yang jarak tanamnya renggang, masih ada ruang-ruang kosong diantara baris pertanaman yang belum termanfaatkan. Polikultur merupakan usaha untuk memanfaatkan tanah-tanah kosong tersebut. Dengan bertanaman sistem polikultur ternyata banyak sekali keuntungannya dan yang paling utama adalah dengan sistem polikultur mampu menambah kesuburan tanah secara alami sehingga meningkatkan hasil komoditas utamanya. Misalnya, penanaman kacang-kacangaan di sela-sela penanaman jagung dapat meningkatkan kandungan N dalam tanah karena kacang-kacangan mampu memfiksasi nitrogen dari udara. Dengan demikian, hasil tanaman jagung dapat meningkat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Haryono, 2013, Pertanian Organik Pangan Sehat, Alam Lestari (Seri Pak Ino Berbagi Teknologi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.2) Sumber gambar : https://www.google.co.id/