Zaman sekarang, di Indonesia, membudidayakan padi lokal dengancara memangkas batang setelah panen sudah banyak dilakukan untukpadi berumur panjang. Setelah panen, tanaman utama akan dibiarkantumbuh hingga musim tanam tahun berikutnya. Sistem budidayatersebut adalah sistem salibu.Padi salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batangsisa panen ditebas/dipangkas. Tunas akan muncul dari buku yang adadi dalam tanah dan mengeluarkan akar baru sehingga suplai hara tidaklagi terulang pada batang lama. Tunas ini bisa membelah dan mampubertunas lagi seperti padi lokal tanam pindah biasa. Inilah yangmembuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih tinggidibanding tanaman yang pertama (induknya).Beberapa keuntungan budidaya sistem salibu, di antaranya adalah:1. Jangka waktu yang relatif lebih pendek,2. Kebutuhan air lebih sedikit3. Biaya produksi lebih rendah karena penghematan dalampengolahan tanah,4. Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit, 5. Tanpa pengolahan tanah, penyemaian dan penanaman,6. Penggunaan bibit dan kemurnian genetik lebih terpelihara.Beberapa varietas padi yang mampu berproduksi baik untuk ditanamdengan sistem salibu yaitu Batang Piaman, Cisokan, Inpari 19, Inpari21, dan Logawa.Padi sistem salibu menghasilkan anakan lebih banyak dibanding padilokal tanam pindah biasa. Ini disebabkan oleh pengaruh sifat genetikdan lingkungan, seperti ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, sinarmatahari, faktor suhu, serta keadaan hama dan penyakit tanaman.Aspek fisiologi dan karakter morfologi menunjukkan perakaran padisalibu lebih kuat dan luas sehingga proses penyerapan unsur hara lebihbaik dibandingkan dengan padi padi lokal tanam pindah biasa.Pertumbuhan tunas-tunas terjadi, salah satu alasan utamanya untukperlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batangmenentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang,maka tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuanpembentukan tunas pada sistem salibu.Agar kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi bisaseimbang, sistem salibu perlu pemupukan yang cukup, terutamaunsur nitrogen. Unsur nitrogen inilah yang merupakan komponenutama dalam sintesis protein sehingga sangat dibutuhkan pada fasevegetatif tanaman, khususnya proses pembelahan sel. Tanaman yangcukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua danlebar, fotosintesisnya berjalan dengan baik. Unsur nitrogen adalahfaktor penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman.Budidaya dengan sistem salibu akan meningkatkan indeks panenkarena tidak lagi memerlukan pengolahan tanah dan persemaiantanam sehingga rentang waktu produksi lebih singkat. Budidayadengan sistem ini juga secara tidak langsung dapat menanggulangiketerbatasan varietas unggul.Karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secaravegetatif, maka mutu varietas tetap sama dengan tanaman pertama.Budidaya padi sistem salibu akan lebih ekonomis sekitar 45%dibandingkan dengan budidaya tanam pindah. Hal inilah yang akanmeningkatkan pendapatan petani Berikut ini adalah cara yang harus diperhatikan sebelum membudidayapadi sistem salibu:1. Setelah padi dipanen, genangi lahan dengan air setinggi 5 cmselama 2-3 hari, kemudian saluran pembuangan air dilepaskembali (untuk menjaga kelembapan tanah dan menghindaribatang padi mati kekeringan).2. Beri pupuk kandang sebanyak 1 ton/ha, lalu tabur jerami diarea lahan dan potong bagian batang (pemotonganmenggunakan mesin potong rumput dengan tinggi 5 cm daripermukaan tanah).3. Injak-injak tanah dan jerami diantara rumpun padi sampaijeraminya terbenam ke dalam tanah, beri pupuk urea di antararumpun padi secara merata sebanyak 150 kg/ha.Selanjutnya, berikut adalah tahapan utama dalam membudidaya padisistem salibu:1. Bersihkan lahan terlebih dahulu dari jerami sisa panen dangulma. Jika lahan terlalu kering, lakukan penggenangan 1-2hari, kemudian air dikeluarkan sampai tanah lembab.2. Pengolahan tanah, penyemaian,dan tanam hanya dilakukanpada tanaman utama. Ketiga kegiatan tersebut diganti denganpemotongan ulang tunggul sisa panen. Selanjutnya, biarkanselama 7-10 hari hingga keluar tunas baru. Potong ulangtunggul sisa panen secara seragam dengan alat pemotonghingga tersisa 3-5 cm dari permukaan tanah. Alat pemotongyang baik adalah alat mesin pemotong rumput bermata pisaupetak.3. Jika terdapat tanaman yang tidak tumbuh, lakukanpenyulaman dengan cara memecah menjadi dua hinggaperakarannya pada tunas yang tumbuh lalu sulamkan ke lokasitanaman yang tidak tumbuh. Setelah itu, lakukan pemupukansecara rata pada takaran 1 ton/ha.4. Lakukan pengendalian hama dan penyakit denganpengolahan tanah, irigasi, pergiliran jenis tanaman, tanamserentak, pengaturan jarak tanam, dan pemupukan yangberimbang; memasang lampu perangkap, metilat lem, bonekasawah, dan perangkap; mendatangkan musuh alami, danmenggunakan bahan kimiawi. Pada pengendalian gulma, dapatdilakukan dengan menggunakan gasrok atau cangkul kecilbertangkai panjang.Panen bisa dilakukan pada umur sekitar 90 hari. Jika terlambatmemanen padi, akan mengakibatkan banyak biji yang tercecer atau busuk sehingga mengurangi produksi. Sebaiknya, sawah dikeringkan10 hari menjelang panen. Siklus daur tanam seperti ini bisa dilakukanlebih dari 3 kali.