Petani desa Pihaung yang tergabung dalam kelompok tani Hidup Baru, mendapat penyuluhan mengenai materi Tanam Sistem Legowo yang disampaikan oleh penyuluh dari BPP Haur Gading. Sebelum kegiatan penyuluhan dimulai, para petani banyak yang berkomentar bahwa mereka sudah pernah mendengar apa itu Tanam Sistem Legowo, namun belum ada satu dari mereka yang menerapkannya. Dan sebagian besar dari mereka beranggapan rugi menggunakan sistem tanam jajar legowo karena dengan adanya selingan barisan yang kosong itu banyak tanah yang terbuang atau tidak terpakai, kemudian juga kondisi sebagian tanah persawahan mereka tidak rata karena termasuk lahan rawa yang banyak cekungan. Caranya pun menurut mereka sulit untuk meaplikasikan sistem tanam tersebut karena harus memakai alat bantu supaya rapi, serta mengeluarkan biaya lebih banyak lagi untuk proses kegiatan tanamnya.Tanam Sistem Jajar Legowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanaman pada baris tengah. Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya. Hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 2:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 4:1. Keuntungan Sistem Tanam Jajar Legowo sendiri yaitu menambah jumlah populasi atau tanaman, meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan, memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi, dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi, akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida dan dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja.Dalam penyuluhan ini disampaikan oleh penyuluh bahwa minimal 20 % produksi tanaman padi meningkat hasilnya apabila memakai sistem tanam jajar. Dan ditambah dengan mengunakan tehnologi yang dianjurkan dan pengelolaan tanaman padi secara terpadu dan didukung oleh keadaan cuaca yang normal, hampir dipastikan akan menghasilkan produksi tanaman padi lebih tinggi lagi secara significan. Beberapa petani pun setelah mendengar penyuluhan mengenai materi Tanam Sistem Jajar Legowo menjadi paham, tampak tergugah dan termotivasi hatinya untuk mencoba melakukan kegiatan tanam tersebut di musim tanam tahun mendatang. Dan para petani meminta pemdampingan kepada penyuluh supaya dapat memberikan penjelasan yang lebih saat praktek tanam sistem jajar legowo nanti. Penulis : Rosmilawaty, S.Pt