Loading...

SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADA TANAMAN JAGUNG DI KELOMPOKTANI TUNAS HARAPAN DESA PATIHAN KECAMATAN LOCERET KABUPATEN NGANJUK

SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO PADA TANAMAN JAGUNG DI KELOMPOKTANI TUNAS HARAPAN DESA PATIHAN KECAMATAN LOCERET KABUPATEN NGANJUK
Tanaman Jagung merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan hingga saat ini. Komoditas jagung ( Zea mays L) sangat dibutuhkan karena banyak kegunaan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam budidaya jagung komponen teknologi pengaturan jarak tanam dan sistem tanam diperlukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Teknologi jarak tanam diperlukan untuk mendapatkan tingkat populasi yang maksimal mengurangi kompetisi mendapatkan tingkat populasi yang maksimal. Untuk memaksimalkan produksi tanaman jagung salah satunya menerapkan system tanam Jajar legowo. Sistem tanam Jajar legowo adalah suatu cara tanam yang didesain untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui peningkatan populasi tanaman dan pemanfaatan efek tanaman pinggir dimana penanaman dilakukan dengan merapatkan jarak tanaman dalam baris dan merenggangkan jarak tanaman antar legowo. Sistem tanam jajar legowo yang pada umumnya adalah system menanam yang diterapkan pada tanaman padi ternyata bisa juga diaplikasikan untuk tanaman jagung. Kelompoktani Tunas Harapan Desa Patihan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk telah menerapkan system tanam Jajar legowo pada tanaman Jagung Kelompoktani Tunas Harapan Desa Patihan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk menerapkan system tanam Jajar legowo 2 : 1 pada tanaman Jagung dengan jarak tanam antar tanaman 75 cm X 40 cm. Manfaat yang dirasakan petani dengan menggunakan system tanam jajar legowo pada tanaman jagung adalah memudahkan dalam pemeliharaan tanaman terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, pemberian air dan memudahkan pengendalian hama dan penyakit serta meningkatkan produktivitas. Varietas jagung pada musim tanam III yang digunakan kelompoktani Tunas Harapan adalah Deka 77. Benih jagung yang dibutuhkan pada system tanam biasa 20 kg/ha sedangkan dengan menggunakan system tanam jajar legowo membutuhkan benih 28 kg/ha. Untuk biaya pengolahan tanah dengan jarak tanam biasa membutuhkan biayaRp. 1.400.000,00 sedangkan biaya pengolahan tanah menggunakan system tanam jajar legowo membutuhkan biaya Rp. 1.600.000,00 sedangkan biaya tanam jagung menggunakan sistem tanam sebesar Rp. 1.400.000,00 sedangkan biaya tanam menggunakan system tanam jajar legowo membutuhkan biayaRp. 1.600.000,00. Biaya yang dibutuhkan untuk tanam system tanam jajar legowo memang lebih mahal dari sistem tanam biasa tetapi produktivitas meningkat, dari hasil yang di dapat untuk system tanam biasa mendapatkan 8,4 ton/ha sedangkan hasil yang menggunakan system tanam jajar legowo mendapatkan 10,4 ton/ha. Sumber Pustaka : Hasil wawancara petani di Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Patihan Kecamatan Loceret Kabupaten NganjukProvinsi Jawa Timur htpp//litbang.pertanian.go.id Penulis : Findhy Teguh Perdana, A.Md – Penyuluh Pertanian Pelaksana, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk