SISTEM TANAM PADI DENGAN LEGOWO 2Oleh : Neneng Winda Widyawati, S.PiPenyuluh Pertanian BP3K Palabuhanratu PengertianProses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia, bagai mana tidak.. beras menjadi salahsatu produk yang sangat penting, ini dikarenakan beras menjadi produk yang termasuk pada Sembilan bahan pokok.Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan Cara Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo.Menurut Balai Benih dinayatakan bahwa pengertian "Legowo" di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata "Lego" yang berarti Luas dan "Dowo" yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Sumber : http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/sistem-jajar-legowo-dapat-meningkatkan-produktifitas-padiTipe Jajar legowo itu terdiri dari beberapa tipe yaitu Jajar legowo 2 : 1, Jajar legowo 3 : 1, Jajar legowo 4 : 1, Jajar legowo 5 : 1, Jajar legowo 6 : 1, yang akan di bahas dalam artikel ini adalah sistem tanam legowo 2.Jajar Legowo 2 : 1 (40 cm x 20 cm x 10 – 15 cm) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm – 15 cm tergantung dari kesuburan tanahnya. Pada lahan kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm, menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. Pada lahan dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22 x 22 cm, jarak tanam dalam barisan 12, 5 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm, jarak tanam dalam barisan 15 cm. Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo1.Menambahnya jumlah tanaman padi2.Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikan3.Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir4.Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padi5.Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padi6.Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisida7.Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman saja Kelemahan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo1.Akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat melakukan proses penanaman padi2.Membutuhkan benih yang lebih banyak, ini dikarenakan semakin banyaknya populasi tanaman padi3.Pada umumnya pada lahan yang menggunakan jajar legowo, maka akan lebih banyak ditumbuhi rumput Prinsip dan Populasi Sistem Tanam Jajar LegowoPenerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. Sumber ; litbang.pertania, BPP Pertanian.Dihindari penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20x10x40) cm atau lebih rapat lagi, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit. Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.PopulasiMenurut Hatta 2011 bahwa populasi tanaman merupakan salah satu faktor penentu hasil yang dapat dicapai ketika panen padi. Penampilan varietas padi pada kondisi jarak tanam lebar dengan cukup hara dan air dapat dianggap sebagai "ekspresi genetik suatu varietas", sedangkan pada kondisi jarak tanam sempit merupakan ekspresi genetik x lingkungan x pengelolaan. Dengan demikian populasi optimal dapat diperoleh melalui pengaturan sistem penanaman dan jarak tanam.Penerapan sistem tanam jajar legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimum dengan demikian tidak ada barisan tanaman terutama tanaman pinggir yang terhalangi oleh tanaman lain dalam mendapatkan sinar matahari.Untuk mewujudkan upaya tersebut masih terkendala karena masih banyak petani yang belum mau melaksanakan anjuran sepenuhnya. Sebagai contoh dalam hal sistem tanam masih banyak petani yang bertanam tanpa jarak tanam yang beraturan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam yang tepat dan teknik yang benar dalam hal ini adalah sistem tanam jajar legowo akan diperoleh efisiensi dan efektifitas pertanaman serta memudahkan tindakan kelanjutannya. (Sumber : http://ahlitani.com/budidaya-padi-jarwo-super-bisa-dongkrak-panen-padi-hingga-14-ton-per-hektar/)Untuk merubah perilaku para petani agar mau melakukan penanaman padi dengan sistem jajar legowo maka perlu dikenalkan keseluruan tipe jara legowo dan tujuan serta manfaatnya sehingga para petani mau melakukan dan dapat memilih tipe jajar legowo apa yang akan digunakan. Sumber :?Balai Benih Padi. 2012. Tanam jajar legowo. http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.php/in /berita/info-aktual/491-tanam-jajar-legowo.?Hatta, M. 2011. Pengaruh tipe jarak tanam terhadap anakan, komponen hasil, dan hasil dua varietas padi pada metode SRI.?http://evrinasp.wordpress.com/2012/12/29/sistem-tanam-jajar-legowo?http://dinpertan.grobogan.go.id/pola-tanam/133-sistem-tanam-jajar-legowo...?http://www.gerbangpertanian.com/2012/02/cara-meningkatkan-produksi-tanam...?http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/tahukah-anda/169-legowo-4-1, disunting pada 3 Juli 2018 jam 17,04 WIB?http://ahlitani.com/budidaya-padi-jarwo-super-bisa-dongkrak-panen-padi-hingga-14-ton-per-hektar/, disunting pada 3 Juli 2018 jam 17,04 WIB