Loading...

SISTEM TUMPANGSARI TANAM KEDELAI

SISTEM TUMPANGSARI TANAM KEDELAI
Kedelai merupakan tanaman herba jenis kacang-kacangan yang tumbuh tegak. Ciri-ciri lain, umumnya daun berbentuk bulat (oval) dan lancip (lanceolate) serta berbulu. Kacang kedelai dikenal juga dengan kekayaan kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh. Di Indonesia, sudah banyak kuliner yang berbahan olahan kacang kedelai. Yang paling dikenal diantaranya adalah tempe, tahu dan susu kedelai. Dengan kondisi ini, tentu saja kebutuhan akan jenis kacang yang satu ini menjadi meningkat terus setiap tahunnya.Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri tersebut akan kacang kedelai perlu dilakukan berbagai langkah. Langkah ini tentu saja harus melibatkan semua pihak yang terkait, baik pemerintah maupun petani sendiri sebagai pelaku utama. Salah satu diantaranya adalah melalui penerapan cara bercocok tanam menggunakan sistem tumpang sari. Bertanam kedelai dengan cara tumpang sari ini bertujuan agar pendapatan petani meningkat dari hasil panen dan sekaligus juga untuk memanfaatkan secara optimal lahan garapan agar dapat ditanami sepanjang musim.Sistem ini biasanya diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Misalnya, tanah sawah yang mememiliki irigasi teknis. Tanah yang terlalu basah tidak baik untuk pertumbuhan kedelai. Tanah yang banyak mengandung air akan mengganggu sistem perakaran dan proses pembentukan bunga dan serta buah. Hujan lebih lebat juga akan menghanyutkan serbuk sari. Oleh karena itu, untuk memperoleh kedelai yang bermutu baik biasanya kedelai ditanam bersamaan dengan penanaman padi II, karena pada saat itu frekwensi curah hujan sudah tidak begitu tinggi. Dalam sistem tumpang sari biasanya ditanam padi sebagai tanaman pokok sedangkan sebagai tanaman tambahannya berupa jagung, kacang-kacangan atau tanaman palawija lainnya. Beberapa sistem tumpangsari yang sering dilakukan diantaranya adalah:a. Tumpang sari kacang kedelai dengan kacang gude, Kedelai juga cocok ditumpangsarikan dengan kacang gude, asalkan jarak tanamannya tidak terlalu dekat. Jarak tanam yang terlalu dekat dapat mempengaruhi hasil panen keduanya. Penanaman gude diantara kedelai, dimulai dengan mencangkul atau membajak tanah sedalam 20 – 30 cm agar tanah menjadi gembur. Lebar bedeng sesuai dengan ukuran bedeng kedelai, asalkan tidak menyulitkan pemeliharaan. Jarak antar bedeng 50 cm, dan tinggi bedeng 30 cm.Sebelum benih kedelai dan gude ditanam dalam tugalan, biji harus diteliti dan dipastikan betul-betul sehat, utuh, bernas dan tua benar. Hal ini penting agar benih dapat diharapkan tumbuh menjadi tanaman sehat dan tidak perlu disulam. Terlebih lagi tanaman ini ditanam secara bersama-sama. Jadi, kalau terlalu sering dilakukan penyulaman maka pertumbuhan tanaman lain akan terganggu. Tugalan dibuat sebesar ukuran tugal yakni berukuran dalam 1 – 3 m, dan berbaris ke belakang. Kalau gude ditanam bersama kedelai dengan menggunakan sistem tumpangsari, jarak tanam gude yang satu dengan yang lain sebaiknya 2-3 m, dan berbaris ke belakang. Sedangkan jarak ke samping sesuai dengan jarak tanam kedelai, berselang-seling dengan kedelai.Sebelum ditanam, biji gude sebaiknya direndam dulu semalam, kemudian ditanam kesokan harinya. Setiap tugalan diisi 2-3 biji dan kalau biji itu baik maka 5 – 7 hari kemudian benih akan tumbuh.Adapun alasannya penanaman gude di antara kedelai adalah : a) mudah ditanam, baik di daerah subur maupun tandus, b) perawatan gude tidak sulit, c) Akar gude tumbuh dalam, daun tidak banyak sehingga sangat baik untuk dijadikan tanaman tumpang sari. c) Gude tahan terhadap kekeringan.Selain itu tanaman gude mempunyai beberapa manfaat seperti: a) akarnya berfungsi sebagai pencegah erosi, menguatkan fisik tanggul atau galengan; b) kayunya cukup baik untuk bahan bakar; c) daunnya dapat digunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau; d) biji muda bisa dijadikan untuk sayur; e) Biji tua, setelah direndam semalam, ditumbuk dibuat bungko; f) Gude dapat digunakan membuat kecap sebagai pengganti kedelai. Gude juga enak rasanya dan bergizi tinggi.b. Tumpang sari kedelai dengan kapas, Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa Tumpang Sari adalah sistem penanaman suatu tanam diantara tanaman pokok (biasanya padi) dengan waktu tanam bersamaan atau hampir bersamaan, dengan maksud mempertinggi daya guna lahan.Tanaman kedelai juga cocok kalau ditumpangsarikan dengan tanaman kapas. Ini terutama apabila dilakukan pada musim penghujan (Januari, Maret). Sebab, masa-masa pertumbuhan kedelai memerlukan air yang cukup. Namun demikian, harus diusahakan agar kedelai tidak tergenang dan untuk itu drainase yang baik sangat diperlukan.Apabila kedelai ditumpangsarikan dengan kapas, maka pengolahan tanah, waktu tanam dan pemeliharaannya adalah sebagai berikut: a) Jarak tanam kapas 20 cm dari tanam kedelai, jarak tanam kedelai 40 cm x40 cm, jarak tanam kapas 20 cm, jarak tanam kapas 40 cm x 40 cm. Pengaturan jarak tanam ini sesuai dengan tingkat kesuburan tanah, semakin lebar jarak tanam semakin baik; b) Pupuk untuk tanam tumpang sari diberikan pada jarak 15 – 25 cm dari barisan. Dengan tumpang diharapkan pendapatan petani meningkat, walaupun hasil panen salah satu tanaman tidak setinggi kalau ditanam dengan menggunanakn sistem tanaman tunggal. (Inang Sariati)Sumber :1. Firmanto, Bagus Herdy, "Praktis Bercocok Tanam Kedelai Secara Intensif", Angkasa, Bandung, 2011.2. https://www.google.co.id/search?q=kedelai3. http://dspenganten.blogspot.com/2013/06/waktu-dan-cara-menanam-kedelai-serta.html