Loading...

SISTIM INFORMASI KATAM TERPADU UNTUK PADI

SISTIM INFORMASI KATAM TERPADU UNTUK PADI
Upaya peningkatan produksi beras di Indonesia saat ini dan pada masa yang akan datang diantaranya masih terkendala oleh :(1) semakin terbatasnya ketersediaan air pengairan dan sumber air (2) perubahan iklim akibat pemanasan global yang terwujud dalam bentuk peningkatan suhu udara, kebanjiran, dan kekeringan, (3) pergeseran waktu dan pola tanam, (4) kecenderungan peningkatan serangan hama dan penyakit tanaman, dan (5) pemilihan komoditas/varietas yang kurang sesuai dengan kondisi iklim.Strategi yang dapat ditempuh dalam penyelamatan produksi padi adalah penyesuaian pola tanam, penerapan teknologi adaptif terutama varietas adaptif dan tahan, teknologi antisipasi dan pengendalian OPT, teknologi panen dan pascapanen serta pengelolaan sumberdaya, terutama lahan dan air (Las et a.2011).Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan perbaikan teknik budidaya padi sawah dan varietas unggul. Selain berdaya hasil tinggi sekitar 5-8 ton/ ha, beberapa varietas tersebut berumur pendek, tahan terhadap OPT tertentu, toleran terhadap banjir maupun kekeringan, responsif terhadap pemupukan, serta rasa nasi yang sesuai dengan preferensi masyarakat. Upaya tersebut akan lebih optimal melalui pendekatan operasional dengan memperhatikan informasi antar musim dan waktu tanam yang tepat.Variabilitas iklim antar musim tanam semakin meningkat dalam dasawarsa terakhir baik pada Musim Tanam (MT) I, MT II maupun MT III. Kondisi demikian akan berdampak kepada tingkat kerawanan bencana baik banjir, kekeringan, maupun perkembangan OPT tertentu. Dengan demikian informasi penggunaan varietas dan kebutuhan benih dengan memperhatikan musim tanam sangat diperlukan.Pengintegrasian informasi sifat musim baik tahun kering, tahun normal maupun tahun basah pada setiap musim baik pada MT I, MT II maupun MT III dalam pengembangan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu (SI Katam Terpadu) merupakan salah satu langkah operasional dalam mengurangi dampak perubahaniklim. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam memutuskan waktu dan pola tanam ideal serta kebutuhan benih/varietas yang harus disiapkan untuk meminimalisir kerugian akibat anomali maupun reabilitas iklim antar musim. Rekomendasi varietas dan kebutuhan benih yang tepat pada suatu wilayah berdasarkan informasi tingkat kerawanan banjir, kekeringan, maupun OPT tertentu sangat diperlukan agar dapat memberikan hasil yang optimal. SI Katam Terpadu telah menyediakan informasi tersebut secara komprehensif untuk padi pada skala nasional, pulau, provinsi, kabupaten, maupun kecamatan. Informasi sebaran varietas maupun kebutuhan benih serta rekomendasinya diharapkan mampu memberikan gambaran yang mudah dan cepat tentang varietas yang harus disiapkan baik pada tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan seluruh Indonesia.Informasi varietas padi sawah serta kebutuhan benih terdiri dari dua bagian, yaitu : (1) sebaran varietas dan kebutuhan benih aktual, dan (2) rekomendasi varietas dan kebutuhan benih. Data dan informasi sebaran varietas padi sawah serta kebutuhan benih diperoleh dari sumber Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Diperta), serta instansi terkait lainnya di seluruh Indonesia.Framework jumlah benih dan varietas disusun berdasarkan kalender tanam yang diintegrasikan dengan wilayah bencana (kekeringan, banjir, dan serangan OPT) sehingga diperoleh kombinasi kemungkinan rekomendasi jumlah benih dan varietas toleran level kecamatan. Sebagai alat bantu pengambil keputusan, penyusunan jumlah benih dan varietas toleran diharapkan mampu menyediakan alternatif penyediaan benih dan varietas toleran berdasarkan kalender tanam dinamik terpadu untuk wilayah tertentu dengan risiko minimum pada tingkat kecamatan.Rekomendasi sebaran varietas dan kebutuhan benih padi disusun berdasarkan informasi dari BB Padi untuk varietas padi sawah. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan kondisi agroekologi setempat, varietas unggul baru maupun lokal serta preferensi petani setempat, dengan faktor pembatas tingkat serangan hama dan penyakit dominan serta tingkat kekeringan dan banjir.Metodologi Penentuan rekomendasi varietas terpilih dan kebutuhan benih dilaksanakan dalam bentuk deskwork dan verifikasi lapang pada wilayah yang terindikasi kuat oleh variabilitas iklim. Berdasarkan inventarisasi data, dilakukan pengelompokan varietas toleran/adaptif dan penentuan kebutuhan benih sesuai dengan informasi dari instansi terkait pada setiap provinsi di Indonesia. Selanjutnya disusun berbagai alternatif varietas toleran adaptif serta kebutuhan benih yang mungkin dilaksanakan pada tingkat kabupaten maupun kecamatan. Diagram alir penentuan rekomendasi varietas SI Katam Terpadu Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusluhtan BPPSDMP KementanSumber tulisan dan gambar :Kalender Tanam Terpadu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013http://nad.litbang.pertanian.go.id/http://sutopongawi1.wordpress.comhttp://arifinbudi.blogspot.com