SISTIM TANAM TUMPANG SARI DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI
SISTIM TANAM TUMPANG SARI DAPAT MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI. Kebiasaan Petani di bali dalam suatu subak atau Kelompok tani dalam pelaksanaan Pola tanam setahun adalah dua kali padi dan satu kali palawija atau ada juga pola tanam nya satu kali padi dan satu kali sayuran /Palawija. Ini tergantung kondisi sistim pengairan di masing – masing kelompok/subak jadi pola tanam tersebut biasanya sudah menjadi tradisi yang sudah turun temurun karen pola tanam tumpang sari tersebut dimungkin ada peningkatan pendapatan biasa nya dalam sistim Tumpang sari ada tanam pokoknya dan ada tanaman sela. Tanaman yang biasa bisa di tumpang sari adalah Kacang Tanah dengan Tanaman Jagung , kacang tanah sebagai tanaman pokok, jagung sebagai tanaman sela, buah nya bisa di panen muda sebagai bahan sayuran / rebusan. tanaman Cebe rawit sebagai tanaman Pokok dengan Sawi sebagai tanaman sela karena umur panen sawi lebih cepat 35 hst sudah panen, sehingga ada penambahan pendapatan petani. Bila petani tidak melaksanakan sistim tanam tumpang sari hanya melaksanakan tanam monokultur maka hasil yang diperoleh petani masih menunggu lama , apallagi sebagai tanaman pokok nya adalah tanaman cabe rawit yang umur panen ny sekitar 4 bulanan baru mulai panen. Sistim Tanam Tumpang sari adalah : Mengusahakan 2 jenis tanaman pada waktu yang bersamaam. Dengan jarak tanam yang teratur pada lahan yang sama. Tanaman yang diusahakan berumur kurang dari setahun Atau dipilh kombinasi antara tanaman hortikultura dengan semusim lainnya. Prinsip dasar pola tanam tumpang sari menganut sistim saling mendukung dan melengkapi antar satu tanaman dengan tanaman yang lainnya, karena itu sistim tanam tumpang sari harus memperhatikan siklus hidup pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang ditumpang sarikan Penulis ; I Md Putra. Penyuluh pertanian bpp sidemen – kab. Karangasem