Loading...

SISWA SMA 20 MAKASSAR BELAJAR DI BPP BAROMBONG

SISWA SMA 20 MAKASSAR BELAJAR DI BPP BAROMBONG
Peran Balai Penyuluhan Pertanian Barombong Makassar bukan saja dirasakan oleh para pelaku utama dan pelaku usaha untuk melakukan konsultasi teknis mengenai pengembangan sector pertanian dan peternakan, namun hal ini sudah menjadi destinasi bagi pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah tingkat menengah atas (SMA) yang ingin mengetahui dunia pertanian dan melihat secara langsung teknologi-teknologi pertanian. Pada tanggal 7 Nopember 2019 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 20 Makassar yang berjumlah 60 orang beranjangsana ke BPP Barombong untuk mempelajari teknis-teknis pertanian yang dikembangkan dibalai ini, dengan didampingi para guru kelas sebagai bagian dari pelaksanaan program pemerintah Kota Makassar ADIWIYATA. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui teknis-teknis berbudidaya maupun mempelajari karakteristik dari setiap jenis tanaman maupun ternak yang ada, sebagai bagian dari mata pelajaran biologi yang selama ini hanya mereka ketahui melalui buku atau video. Kepala BPP Barombong memberikan sambutan sekaligus arahan tentang peran BPP maupun fungsi bpp bagi pembangunan pertanian, serta menyampaikan potensi serta inovasi teknologi pertanian yang diterapkan di lahan BPP Barombong mulai dari persiapan lahan sampai dengan pasca panen(on farm) bahkan pengolahan hasil serta pemasaran (of farm). Dengan dipandu oleh dua orang penyuluh dalam memberikan penjelasan satu persatu dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh para siswa, mereka dapat melakukan praktek secara langsung khususnya bagaiman mencampur media tanam, penyemaian serta mengamati lingkungan ekologi disekitar tanaman. Budidaya tanaman dengan sistim HIDROPONIK dan AQUAPONIK menjadi hal menarik diketahui oleh para siswa sebab teknologi bagi mereka hal baru tidak seperti yang mereka lihat ketika ke daerah cara budidaya yang tradisional. Mereka sangat antusias mendengarkan proses mulai dari persemaian, menyiapkan larutan nutrisi sampai memperkenalkan model instalasi hidroponik yang ada di bpp. Tentu mereka menginginkan untuk membuat di sekolah mereka budidaya pertanian dengan sistim hidroponik. Diakhir kegiatan pihak BPP dan perwakilan SMA 20 melakukan kerjasama untuk melakukan pendampingan dalam penerapan teknologi pertanian disekolah mereka yang merurutnya sangat memungkinkan dilakukan sebab selain lahan yang cukup juga beberapa siswanya berasal dari keluarga petani. Semoga dengan adanya kegiatan ini para milenial menjadi tertarik terjun kesektor pertanian. (by Syahrial Riskal M. Penyuluh Pertanian, Kota Makassar)