Loading...

SL Daging 2017 Desa Ujung Batu

SL Daging 2017 Desa Ujung Batu
Tewujudnya kedaulatan pangan merupakan tekad pemerintah pada Tahun 2016 sampai 2019, penyuluh harus terus siap mendampingi dan mengawal semua kegiatan dan penyuluhan dalam berbagai metode seperti Sekolah Lapang (SL) perlu terus dilakukan. Sekolah Lapang (SL) Daging untuk Mendukung Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi dan produktivitas komoditi pangan strategis nasional (padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai dan sapi) di Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Sekolah lapang (SL) adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Tujuan SL yaitu menjadi petani ahli sekaligus peneliti dilahan usahataninya sendiri, sehingga prosesnya selalu melibatkan petani, dimulai dari menggali potensi petani, menentukan metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini dihadapi, selanjutnya melalui SL petani bisa menggali masalah dan menyelesaikan masalahnya. SL dilaksanakan di Kelompok Tani Maju Bersama Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, SL diikuti oleh 20 orang perserta dari anggota Kelompok Tani Maju Bersama. SL I pada Tanggal 10 Agustus 2017, SL II pada Tanggal 7 September 2017, SL III pada Tanggal 5 Oktober 2017 dan SL IV pada Tanggal 2 Nopember 2017. Pada SL I sapi sebanyak 2 ekor (Limousin dan Simental) diberi obat cacing untuk membebaskan dari parasit cacing, diberi vitamin untuk menjaga kesehatan dan menambah nafsu makan serta ditimbang dengan timbangan digital untuk mengetahui berat badan awal sebelum diberi pakan tambahan. Kemudian setiap hari sapi diberi rumput seperti biasa dan diberi pakan tambahan berupa ubikayu sebanyak 5 kg/ekor/hari. Selanjutnya pada SL II dan III sapi diberi vitamin dan dilakukan penimbangan untuk mengetahui pertambahan berat badannya, pada SL IV dilakukan penimbangan untuk mengetahui bobot akhir kegiatan SL. Sapi milik Pak Mulyadi pertambahan bobot badannya selama 3 bulan (84 hari) adalah 19,2 Kg, rata-rata sebesar 0.2 Kg/hari. Sapi milik Pak Suyitno pertambahan bobot badannya 66 Kg rata-rata sebesar 0.8 Kg/hari, jadi rata-rata pertambahan bobot badan kedua sapi tersebut adalah sebesar 0.5 Kg/ekor/hari.Oleh : Suliyo, S.Pt.Dok.bp3k. plh.