Menggali, mengamati dan menemukan hingga mendapat solusi sendiri merupakan beberapa rangkaian kegiatan Sekolah Lapang (SL). Sekolah lapang (SL) adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Tujuan SL yaitu menjadi petani ahli sekaligus peneliti dilahan usahataninya sendiri, sehingga prosesnya selalu melibatkan petani, dimulai dari menggali potensi petani, menentukan metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini dihadapi, selanjutnya melalui SL petani bisa menggali masalah dan menyelesaikan masalahnyaSekolah Lapang (SL) Daging untuk Mendukung Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi dan produktivitas komoditi pangan strategis nasional (padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai dan sapi) di Kelurahan Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Pada SL I sapi sebanyak 2 ekor (Limousin) diberi obat cacing untuk membebaskan dari parasit cacing, diberi vitamin untuk menjaga kesehatan dan menambah nafsu makan serta diukur lingkar dadanya dengan meteran untuk mengetahui berat badan awal sebelum diberi pakan tambahan. Kemudian setiap hari sapi diberi rumput seperti biasa dan diberi pakan tambahan berupa ubikayu sebanyak 5 kg/ekor/hari. Selanjutnya pada SL II dan III sapi diberi vitamin dan dilakukan pengukuran lingkar dada untuk mengetahui pertambahan berat badannya. Selanjutnya pada SL IV dilakukan pengukuran lingkar dada untuk mengetahui pertambahan berat badan yang merupakan kegiatan akhir SL. SL dilaksanakan di Kelompok Tani Setia Kelurahan Pabahanan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, SL diikuti oleh 20 orang perserta dari anggota Kelompok Tani Setia, penanggungjawab/pelaksana SL adalah penyuluh setempat (Ibu Turah Ambarwati, SP.). SL I pada Tanggal 24 Agustus 2017, SL II pada Tanggal 14 September 2017, SL III pada Tanggal 12 Oktober 2017 dan SL IV pada Tanggal 9 Nopember 2017. Hasil Kegitan SL : Sapi Limousin betina milik Bpk. Zainal Arifin bobot awal pada SL I 295.5 Kg, SL II bobotnya 313.0 berarti ada pertambahan bobot badan (pbb) 17.5 Kg selama 20 hari dan pertambahan bobot badan harian (pbbh) adalah 0.875 Kg, SL III bobotnya 338.6 Kg ada pbb 25.6 Kg selama 29 hari dan pbbh sebesar 0.882 Kg, SL IV bobotnya 361.0 Kg ada pbb 22,4 Kg selama 28 hari dan pbbh sebesar 0.801 Kg, rata-rata pbbh selama SL adalah 0.8 Kg. Sapi Kisar betina milik Bpk. Febriyanto bobot awal pada SL I 346 Kg, SL II bobotnya 353.48 berarti ada pertambahan bobot badan (pbb) 7.48 Kg selama 20 hari dan pertambahan bobot badan harian (pbbh) adalah 0.374 Kg, SL III bobotnya 364.85 Kg ada pbb 11.37 Kg selama 29 hari dan pbbh sebesar 0.392 Kg, SL IV bobotnya 384.20 Kg ada pbb 19.35 Kg selama 28 hari dan pbbh sebesar 0.691 Kg, rata-rata pbbh selama SL adalah 0.5 Kg. Oleh : Suliyo Dok.bp3k.plh