Loading...

SL-GAP ( SEKOLAH LAPANG – GOOD AGRICULTURE PRACTICES ) HORTIKULTURA KOTA BATAM

SL-GAP ( SEKOLAH LAPANG – GOOD AGRICULTURE PRACTICES ) HORTIKULTURA KOTA BATAM
Seakan tidak mau kalah, Pulau Batam yang merupakan daerah Industri dan perdagangan juga punya semangat dalam menciptakan pertanian. Ini dibuktikan dengan diterapkannya SL-GAP yang merupakan wahana bagi para petani untuk saling belajar dan bertukar pengalaman antar anggota dan interaksi antara petani dan pemandu lapang tentang budidaya yang baik suatu komoditas yang diusahakan oleh petani. Kegiatan ini merupakan praktek lapang penerapan GAP/SOP budidaya dalam rangka menghasilkan produk yang bermutu, sesuai dengan permintaan pasar dan aman dikonsumsi. Meskipun dari segi Kesuburan Tanah dan Potensi Lahan yang sempit, para petani tetap semangat dan antusias. Sebagian besar Petani memang Merupakan warga pendatang (Jawa dan Sumatra) sehingga memiliki keanekaragaman suku dan budaya. Melalui pembinaan dan penyuluhan dari Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (DKP2K) Kota Batam, keanekaragaman suku dan budidaya justru bukan menjadi faktor penghambat, justru Dinas KP2K dapat mensinergikan para petani untuk dapat berbudidaya dengan baik hingga berjiwa Agribisnis. Penerapan GAP dalam budidaya tanaman Hortikultura dimaksudkan untuk memperbaiki proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan, meningkatkan kualitas produk sesuai standar, memungkinkan penelusuran semua aktivitas produksi dan dapat dilacak balik (traceability) bila terjadi masalah atau keluhan dari konsumen, serta meningkatkan daya saing dalam memasuki pasar global. Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan petani dalam menerapkan GAP maka perlu dilakukan pelatihan bagi petani dalam bentuk Sekolah Lapang. SL-GAP Hortikultura merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan petani dalam menerapkan prinsip-prinsip GAP Hortikultura. Untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman Hortikultura di Kota Batam, dilaksanakan SL-GAP komoditas unggulan hortikultura Kota Batam. Kelompok Tani yang terlibat adalah Margi Kusumo Joyo, kegiatan ini dilakukan selama 10 kali pertemuan dengan peserta yang berjumlah 15 orang. Diharapkan dengan telah selesainya SL-GAP petani dapat menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari dan dipraktekkan bersama di lahan belajar pada lahan garapannya sehingga produksi, produktivitas dan mutu melati meningkat. Ditulis Oleh: Rasdawati (PPL Kota Batam) Diposting Oleh : Jefri Sihombing