Loading...

SL GAP CABE MERAH DI KECAMATAN KADUDAMPIT

SL GAP CABE MERAH DI KECAMATAN KADUDAMPIT
SEKOLAH LAPANG GAP CABE MERAH DI KECAMATAN KADUDAMPIT Tanaman cabe merah (Capsicum annum L) adalah tumbuhan perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Agar dapat berhasil dengan baik budidaya cabe merah diupayakan untuk memenuhi persyaratan teknis optimal sehingga dapat diproduksi secara teratur sepanjang tahun dengan produksi dan mutu yang optimal. Sebagai tanaman semusim yang diperlukan setiap hari, budidaya cabai merah perlu dilakukan secara teratur dengan areal tanam yang relative tetap sepanjang tahun. Di Indonesia tanaman cabai merah mempunyai daya adaptasi yang cukup luas. Oleh karena itu tanaman ini umumnya dapat dibudidayakan hamper diseluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggisampai ketinggian 1400 mdpl. Suhu yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman cabai merah adalah 25 – 27 C pada siang hari dan 18 - 20 C pada malam hari. Pembungaan tanaman cabe merah tidak banyak dipengaruhi oleh panjang hari. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan cabai merah adalah sekitar 600 – 1200 mm per tahun. Tanaman cabai merah dapat tumbuh pada erbagai jenis tanah asal drainase dan aerasi tanah cukup baik dan tersedia selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tingkat kemasaman (pH) tanah yang sesuai adalah 6-7. Untuk menghindari tumbuhnya berbagai masalah dalam budidaya cabai merah, terutama terhadap keamanan produk dan lingkungan, perlu dilakukan usaha budidaya cabai merah secara benar. Dengan upaya-upaya yang dilakukan secara benar ini diharapkan usaha budidaya cabai merah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan produk nya aman untuk konsumsi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat standar, yaitu standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan produksi cabai merah. Standar operasional Prosedur (SOP) ini memuat alur prosesa panen sesuai dengan GAP (Good Agriculture Practices) yang dianjurkan. Penerapan GAP dalam budidaya tanaman cabai merah dimaksudkan untuk memperbaiki proses produksi menjadi lebih ramah lingkungan, meningkatkan kualitas produk sesuai standar.Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petani dalam menerapkan GAP maka perlu dilakukan pelatihan bagi petani dalam bentuk sekolah lapang. SL-GAP merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip-prinsip GAP cabe merah. SL - GAP merupakan wahana bagi para petaniuntuk saling belajar dan bertukar pengalaman antar anggota dan interaksi antar petani dan pemandu lapang tentang budidaya yang baik. Kegiatan ini merupakan praktek lapang penerapan GAP/SOP budidaya dalam rangka menghasilkan produk yang bermutu, sesuai dengan permintaan pasar dan aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman cabai merah di kabupaten Sukabumi dilasanakan SL-GAP cabai merah di Kelompok Tani " Baraya Tani" Desa Gedepangrango Kecamatan Kadudampit selama 10 kali pertemuan dengan pertemuan sekali seminggu. SL- GAP mulai dilaksanakan pada tanggal 9 April 2015 dan selesai pada tanggal 18 Juni 2015. Peserta pelaksanaan SL GAP cabe merah diikuti oleh 10 orang peserta yang bersal dari satu kelompok tani, kegiatan ini dilaksanakan mulai dari jam 08.00-12.00 yang dimulai dengan kontrak belajar, kerja lapangan dan pengamatan agroekosistem, menggambar, diskusi, istirahat, pencatatan, topic khusus dan persentasi, dinamika kelompok dan terakhir adalah evaluasi dan Rencana Tindak lanjut (RTL) untuk kegiatan hari berikut nya.