Loading...

SL GAP DURIAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PETANI

SL GAP DURIAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN PETANI
BPP Ngbel - Penerapan Good Agricultural Practices Indonesia (IndoGAP) pada komoditas durian, merupakan bagian yang tidak terlepas dari upaya peningkatan daya saing durian Indonesia di pasar internasional maupun di pasar domestik. Penerapan GAP juga bertujuan untuk menghasilkan produk durian Indonesia yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.Sekolah Lapang GAP (SL-GAP) merupakan media bagi petani untuk belajar memahami GAP secara mandiri. Prinsip penyelenggaraan SL-GAP adalah belajar dari pengalaman petani dalam melaksanakan kegiatan budidaya. Diharapkan melalui metode pembelajaran ini, petani akan lebih memahami hal-hal terkait dengan GAP di tingkat lapang. Sedangkan petugas hanya bertugas sebagai fasilitator untuk memberi arah bagi proses pembelajaran yang dilakukan. Penyelenggaraan SL-GAP yang dilakukan secara maksimal dapat memberi dan meningkatkan wawasan serta pemahaman pelaku usahatani durian dalam menerapkan GAP/SOP pada kegiatan budidaya durian.Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberi dampak optimal pada peningkatan pemahaman petani, terkait tatacara dan halhal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan budidaya. Penerapan GAP diharapkan menghasilkan produk bermutu yang aman konsumsi. SL GAP dilaksanakan di kelompok tani Karya Sejati, Desa Talun Kecamatan Ngebel, yang diikuti oleh 30 peserta anggota kelompok selama 10 kali pertemuan. Pertemuan dilakukan seminggu sekali dengan materi teori dan praktek lapangan. (admin_ponorogo/ Elip Widiyanti, SP)