SL-GAP MANGGA DI GAPOKTAN AMERTHA BHUANA DESA BUKTI KEC.KUBUTAMBAHAN Oleh : I Made Carma,SP.Sosialilasi pelaksanaan Sekolah Lapang-Good Agriculture Practices (SL-GAP) mangga di Gapoktan Amertha Buana Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan Kab.Buleleng dilaksanakan pada hari Rabu,04 April 2018 bertempat di Balai Kelompok Kerthi Winangun Banjar Dinas Sanih Desa Bukti Kec.Kubutambahan. Hadir pada acara tersebut Kepala Seksi Produksi dan Kepala Seksi Perlintan pada Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang sekaligus mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Sedangkan dari Desa Bukti hadir Sekretaris Desa Bukti mewakili Kepala Desa Bukti.Koordinator petugas Pertanian Kecamatan Kubutambahan,POPT dan PPL wilbin desa Bukti. SL-GAP mangga tersebut akan dilaksanakan sebanyak 10 kali pertemuan sampai bulan juni 2018 dengan jumlah pemandu 3 petugas yang terdiri dari : POPT Kec.Kubutambahan,Koordinator petugas Kecamatan Kubutambahan dan PPL wilbin Desa Bukti. Prinsip pelaksanaan SL-GAP ini adalah belajar dari pengalaman Petani dalam hal budidaya mangga. 1. Adapun Tujuan dari pelaksanaan SL-GAP mangga ini adalah : a)Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam budidaya mangga yang baik dan benar sesuai persyaratan GAP.b)Meningkatkan produksi dan produktivitas mangga. c)Meningkatkan mutu hasil mangga yang aman dikonsumsi . d) Meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing e) Memberikan jaminan keamanan pangan kepada konsumen. F) Serta terjaminnya usaha yang berkelanjutan.2. Sasaran dari kegiatan SL-GAP mangga ini adalah terciptanya keamanan pangan,jaminan mutu,usaha yang berkelanjutan dan meningkatnya daya saing.3. Indikator keberhasilan : a). Input : jumlah petani sasaran 20 orang yang diambil dari 4 kelompok yang ada di Desa Bukti dibawah naungan Gapoktan Amertha Buana. b). Output :kelompoktani/petani mampu menerapkan budidaya tanaman sehat melalui GAP dengan memperhatikan SOP budidaya tanaman mangga. C) Outcome : kelompoktani/petani memiliki kemauan dan kemampuan menggetok tularkan/menyebar luaskan pengetahuan dan keterampilan kepada petani disekitarnya tentang budidaya tanaman mangga yang baik dan benar dengan memperhatikan GAP/SOP atau menjadi Agen teknologi SL- GAP/SOP mangga. d) Impact : Produksi buah mangga dapat meningkat,aman dikonsumsi,berdaya saing dan berkelanjutan.Setelah sosialisasi pelaksanaan SL-GAP, acara dilanjutkan dengan kontrak belajar, dinamika kelompok dan Pre Tes/Uji Ballot Box, sedangkan pada akhir kegiatan nantinya akan dilaksanakan Pos Tes/Uji Ballot Box. Beberapa materi yang akan diberikan selama SL-GAP mangga yaitu : Agroekosistem mangga,cara budidaya mangga yang baik dan benar meliputi persiapan lahan,persiapan bibit,pembuatan lobang,persiapan pupuk organik yang dilanjutkan dengan pemeliharaan yang meliputi pemupukan,pengairan dan pengendalian OPT mangga. Dalam kesempatan tersebut akan diberikan juga materi khusus yaitu tentang pembuahan mangga di luar musim. Sedangkan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang akan diberikan sesuai dengan kesepakatan/kontrak belajar yaitu : Tehnik pengendalian Lalat Buah Mangga,Tehnik pengendalian Thrips pada bunga mangga dan tehnik pengendalian wereng mangga serta penggorok buah mangga.Cara pengendalian semua berpedoman pada cara budidaya tanaman sehat baik secara mekanis,hayati dan penggunaan pestisida bilamana perlu.Dari beberapa Organisme Pengganggu Tanaman Mangga maka pengendalian Lalat Buah akan menjadi materi yang paling menarik karena Lalat Buah Mangga secara nyata telah dapat menyebabkan kerugian bagi petani mangga terutama kehilangan hasil karena busuknya buah mangga dan penurunan kualitas buah mangga. Sedangkan dari segi tehnik budidaya mangga maka materi pembuahan diluar musim menjadi materi yang paling sengit dan hangat dalam diskusi kelompok. Hal ini disebabkan karena Pembuahan mangga diluar musim hamper semua petani mangga telah mencoba menggunakan teknologi ini namun banyak juga petani yang gagal memperoleh hasil mangga diluar musim. Demikian semoga pelaksanaan SL-GAP mangga di Gapoktan Amertha Buana Desa Bukti dapat memberikan dampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani,terkait dengan tatacara yang harus diperhatikan dalam melaksanakan budidaya mangga melalui GAP/SOP serta dapat meningkatkan produksi dan kualitas buah mangga.