Untuk mempercepat proses adopsi dan penyebaran teknologi budidaya padi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mengubah sikap petani ke arah yang lebih baik, selama 3 bulan terakhir Balai Penyuluhan Kecamatan Gandrungmangu bersama Kelompoktani Tani Mulya Desa Layansari difasilitasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap melaksanakan Sekolah Lapang Pola Tanam Terpadu – SL PTT Padi Sawah Kawasan Pemantapan Tahun 2014. Kegiatan pada areal seluas 25 hektar tersebut, ditandai dengan penanaman padi varietas Ciherang dengan sistem jajar legowo 4 : 1 yang dipanen pada tanggal 8 September 2014 lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cilacap yang diwakili Sekretaris Dispertanak, Jarot Prasojo Usai melakukan panen Demfarm SL PTT, menyatakan, petani termasuk pekerja yang tidak hanya gigih, melainkan juga pantang menyerah meski dilanda perubahan iklim ekstrim sekalipun. SL PTT sebagai ajang penerapan berbagai metode penyuluhan, tidak seharusnya menjadikan petani selalu menunggu datangnya bantuan keproyekan. “Kendati demikian, fasilitasi terhadap kebutuhan petani dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan petani tetap menjadi perhatian pemerintah, antara lain melalui kegiatan Sl PTT ini,†Tegas Jarot. Hal senada diakui Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan yang menyatakan, potensi lahan di Kecamatan Gandungmangu cukup besar untuk pengembangan padi sawah intensifikasi. Potensi tersebut perlu diimbangan dengan kapasitas kelembagaan petani yang terus berinovasi dalam penerapan teknologi usahatani serta dinamika kelompok yang terus tumbuh, sehingga mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya Penyuluh Swadaya. Sedangkan menyinggung penerapan sistem Jajar Legowo, menurut Susilan, akan lebih menguntungkan petani karena selain tanamannya lebih banyak dan lebih mudah dalam pemeliharaannya, juga mampu memberikan hasil yang lebih baik. Kepala BP2KP Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan menambahkan, guna meningkatkan pendapatan rumah tangga dapat ditempuh dengan pemanfaatan pekarangan yang dilaksanakan melalui Program Peningkatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) maupun BERLIAN PKK. Pada kesempatan yang sama, Camat Gandrungmangu Luhur Satriyo Mukhsin menjelaskan, wilayah kerjanya mencakup 14 desa dengan jumlah penyuluh hanya 6 orang, sehingga tidak sebanding dengan wilayah binaan yang ada. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan 1 (satu) penyuluh dapat menangani 2 sampai 3 desa binaan. Kepada petani di Kecamatan Gandrungmangu, Camat Luhur Satriyo Mukhsin meminta, agar dapat memanfaatkan seoptimal mungkin keberadaan penyuluh di lapangan, maupun bentuk fasilitasi lainnya, termasuk dalam penanganan jaringan irigasi. Sementara itu, dari hasil panen ubinan, varietas Ciherang yang dtanam seluas 25 hektar melalui kegiatan SL PTT Padi Sawah Kawasan Pemantapan Tahni 2014 ini mencapai 8,85 kg, jika dikonversi ke dalam satuan hektar, maka dapat mencapai 9, 36 ton/hektar. (ap)