Loading...

SLPTT TEMBAKAU DI DESA DAYUKIDUL KECAMATAN KEDUNGADEM KAB. BOJONEGORO

SLPTT TEMBAKAU DI DESA DAYUKIDUL KECAMATAN KEDUNGADEM KAB. BOJONEGORO
Tembakau adalah hasil bumi yang diproses dari daun tanaman yang juga dinamai sama. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum dan Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga dipakai dalam tingkat sangat terbatas. Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat[1].Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika. Kedatangan bangsa Eropa ke Amerika Utara memopulerkan perdagangan tembakau terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikatbagian selatan. Setelah Perang Saudara Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan tenaga kerja menyebabkan perkembangan industri rokok. Produk baru ini dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau hingga terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan abad ke-20.Untuk meningkatkan Kualitas dan Mutu tanaman tembakau petani Bojonegoro,Dinas Pertanian Bojonegoro berupaya meningkatkan pengetahuan,sikap dan Ketrampilan petani Tembakau melalui kegiatan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Tembakau pada tahun 2020. Kegiatan SLPTT Tembakau ini dijadwalkan sebanyak 5 pertemuan mulai bulan Juni-September 2020. Di kecamatan Kedungadem yang berkesempatan mendapatkan Kegiatan SLPTT Tembakau adalah Kelompok Tani Sumber Makmur IV Desa Dayukidul sebanyak 20 Petani terdiri dari 15 Petani Laki-Laki dan 5 Petani Perempuan.Diharapkan dengan kegiatan SLPTT Tembakau ini Kelompok Tani yang mendapatkan kegiatan dapat meningkatkan Kualitas dan Mutu Tanaman Tembakau nya serta dapat membuat Pestisida Nabati dan Agensi Hayati lain untuk diterapkan dalam budidaya tembakau selanjutnya .Sandy Trifika Haryoko- PPL Kecamatan Kedungadem