Program UPSUS Pajale yang digaungkan oleh Kementan RI terus bergeliat. Seluruh jajaran pertanian, baik pusat, propinsi, kabupaten maupun tingkat kecamatan terus bekerja keras dalam upaya mencapai target swasembada beras pada tahun 2017. Upaya ini terus dilakukan, ditambah dengan dukungan aparatur TNI yang ikut terjun langsung dalam upaya membantu petani agar dapat meningkatkan produksi padinya. Kerjasama yang sinergis antara jajaran pertanian, TNI dan Pelaku Utama memang menjadi kunci dalam keberhasilan peningkatan produksi dalam suatu wilayah. Hal ini terbukti di kecamatan Cijati, kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dimana aparatur TNI membantu memperlancar saluran pengairan ke areal persawahan, aparatur Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala BPBTPH (Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura / KCD, mempersiapkan program stimulasi bagi para petani yang tergabung dalam kelompok tani. Dan para penyuluh pertanian melakukan deseminasi dan tranfer teknologi kepada kelompok tani di wilayah binaannya. Sehingga pada saat bulan januari ini, dimana sebagian besar pertanaman padi masih pada fase vegetatif, tetapi di wilayah kecamatan Cijati, tepatnya kelompok tani Pusaka, Kp. Teluk Agung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur melakukan panen. Panen di luar musimPanen saat ini memang menjadi hal istimewa, dimana sebagian besar pertanaman padi masih pada fase vegetatif. Hal ini terjadi karena, saat ini daerah yang pada saat musim kemarau awalnya tidak mendapat air kini setelah adanya sodetan pada saat kemarau dapat melakukan tanam padi. Sodetan sepanjang 15 Km, merupakan inisiasi dari dandim 0608/ Cianjur, Letkol Inf Imam Haryadi yang peduli akan program pertanian di wilayah Cianjur. Sodetan ini dilakukan secara swadaya antara aparatur TNI, dan masyarakat tani di kecamatan Cijati. Dengan adanya sodetan ini, air di sungai cibuni dapat dialirkan ke beberapa desa pada saat musim kemarau, diantaranya desa Cijati, Sukamahi dan Bojong larang, diperkirakan dapat mengairi lahan sawah seluas 620 Ha. Acara panen merupakan hasil program penangkaran benih padi seluas 50 Ha, program SRI dan OPLAH seluas 100 Ha. Hasil dari panen ini diharapkan dapat dijadikan benih unggul untuk pertanaman musim yang akan datang, terutama untuk wilayah kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur. Turut hadir dalam acara ini Danrem 061, Kolonel Inf. Fulad, S.Sos, MSc, Dandim 0608 Letkol Inf. Imam Haryadi, Kadis Tanaman Pangan Propinsi Jabar Ir. Diden Trisnadi, MP, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur Hj. Rika Ida Mustikawati, SH, MM, Badan Karantina RI Ir. Banun Harpini, MSc, Direktur Akabi, Kasubdit Kedelai Ir. Rita Mezu, MM, Sekretaris BP4K Kabupaten Cianjur Asep Kardiman, SP, Jajaran Muspika Kecamatan Cijati, Para Kepala BPBTPH Di Kabupaten Cianjur, Para PPL dan POPT Di Kabupaten Cianjur, Para Babinsa dan para anggota Kelompoktani sekitar. Hasil Pelaksanaan PanenMenurut Koordinator PPL kecamatan Cijati, M.Sahlan Fauzi, SP, Panen yang dilaksanakan tanggal 12 Januari 2016 ini, merupakan panen program penangkaran benih padi seluas 50 Ha, SRI dan OPLAH 100 Ha, sehingga luas total 150 Ha. Hasil ubinan 2,5 X 2,5 Meter sebesar 6,6 Kg atau setara dengan 10,5 Ton/Ha. Adapun varietas yang digunakan dalam pelaksanaan program ini, antara lain Inpari 31, Ciherang, Mekongga, dan IPB3S yang dilaksanakan oleh 3 kelompok tani. Panen ini merupakan panen pada saat penanaman dimusim kemarau, yaitu awal bulan oktober tetapi dengan adanya sodetan dari sungai cibuni, panen dapat terlaksana dengan hasil yang memuaskan. Dinamika kelompok di kecamatan cijati memang cukup menggeliat, berbagai teknologi pertanian yang disuluhkan oleh para penyuluh selalu dicoba untuk dapat meningkatkan hasil yang lebih memuaskan. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat diikuti oleh stakeholder pertanian lainnya di seluruh wilayah Indonesia, sehingga target swasembada padi pada Tahun 2017 dapat terwujud. ? Ayi Setiawan, SP. Penyuluh Kabupaten Cianjur