Loading...

SOLUSI CARA MENGELOLA JERAMI YANG BAIK

SOLUSI CARA MENGELOLA JERAMI YANG BAIK
Ketika dilapangan kita menganjurkan kepada para petani untuk tidak membakar atau membuang jerami tanaman padi di sawah mereka, apakah kita sudah punya solusi cara mengelola jerami tersebut? Perlu diketahui beberapa fakta dilapangan yang menyebabkan petani lebih suka membakar jerami: (1) Jika jerami kita tumpuk disawah otomatis akan menjadi sarang hama tikus bahkan hama-hama yang lain. (2) Jerami yang ditumpuk memakan waktu berbulan-bulan agar bisa busuk, apalagi kalau musim kemarau akan lebih lama lagi karena jerami cenderung kering. (3) Jika jerami langsung kita sebar disawah dan langsung diadakan pengolahan tanah akan menyebabkan tanah menjadi masam (asem-asemen). (4) Petani lebih suka membakar jerami karena lebih praktis dan mudah dalam mengelola jerami. Benarkah membakar jerami merupakan cara paling efektif untuk mengurus jerami? Membakar jerami justru memberikan kerugian yang cukup besar. Banyak petani yang berpendapat bahwa abu bakaran jerami dapat menyuburkan tanah dan membuat tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. Namun opini itu ternyata salah dan harus segera diluruskan. Abu bakaran jerami tidak dapat menyuburkan tanah melainkan menghilangkan hara dalam jumlah cukup banyak. Menurut Dobermann dan Fairhurst (2000), jerami mengandung 0,5 - 0,8% N, 0,07 - 0,12 P2O5, 1,2 - 1,7% K2O dan 4 - 7% Si. Unsur yang dimiliki jerami ini justru sangat berguna untuk memperbaiki kondisi lingkungan tumbuh. Jerami yang dikomposkan kedalam tanah mampu memperbaiki sifat-sifat tanah, baik fisik, kimia, dan biologi tanah. Membakar jerami secara perlahan dapat menyebabkan hasil panen semakin menurun. Sebaliknya, mengomposkan jerami mampu memberikan kenaikan hasil. Menurut penelitian Sudriatna dkk pada sawah tadah hujan di Singamerta menunjukkan bahwa pemberian jerami saat pengolahan tanah pada pagi gogo rancah dan walik jerami memberikan kenaikan hasil. Kemudian, membakar jerami justru membuat tanaman rentan terserang hama dan penyakit. Akan tetapi dengan pengembalian bahan organik khususnya jerami ke tanah dapat memperlambat pemiskinan K, Si dan mengurangi serangan hama penyakit juga meningkatkan C-organik, Mg, KTK, stabilitas agegat tanah serta translokasi unsur N dan P dari jaringan batang ke gabah. Berarti justru jerami sebagai bahan organik lah yang mampu mengurangi serangan hama penyakit. Membakar jerami juga merusak ozon pelindung bumi. Lapisan ozon bumi telah mulai menipis akibat banyaknya industri, banyaknya polusi dari kendaraan bermotor, ataupun pembakaran hutan. Jerami justru memberikan banyak manfaat bagi para petani. Selain sebagai bahan pakan ternak (sapi), jerami juga dapat dijadikan sebagai pupuk kompos, bahan bakar, dan lain-lain. Oleh karena itu jerami padi sangat penting artinya untuk dimanfaatkan menjadi makanan ternak ruminansia khusususnya sapi potong, kambing dan domba. Hanya saja jerami padi mutunya rendah , dimana jerami padi mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi sedangkan kadar protein dan daya cernanya rendah.?Untuk meningkatkan mutu jerami padi. perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik. Probiotik adalah campuran berbagai mikro organisme yang berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak. Proses Pembuatan. Pembuatan fermentasi jerami dilakukan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Dimana untuk kapasitas 10 ton dapat dibuat bangunan dengan ukuran 4 x 5 m. Lantai dasar dapat dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan ditinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa didinding. Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu. Untuk atap dapat berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat. Jarak lantai ke atap 3 m.?Proses fermentasi dilakukan dengan 2 tahap yaitu tahap fermentasi dan pengeringan. Tahap pertama: (1)Jerami padi yang baru dipanen dengan kadar air 65%. (2) Kemudian ditumpuk ditempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 cm. (3) Taburi urea dan probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 2.5 kg untuk setiap 1 ton jerami padi. (4) Tambahkan lagi timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea dan probiotik secara merata, demikian seterusnya sampai tumbukan jerami padi mencapai 1-2 m. (5) Tutup Plastik?- Diamkan selama 14 hari, agar proses fermentasi berlangsung secara sempurna. Tahap kedua : (1) Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi, diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung?. (2) Setelah kering jerami fermentasi dapat diberikan kepada sapi sebagai pakan pengganti rumput segar.Hasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut : (a) Baunya agak harum. (b) Warnanya kuning agak kecoklatan. (c)Teksturnya lemas(tidak kaku). (d) Tidak busuk dan tidak berjamur.Pemberian pada Ternak. Jerami padi yang difermentasi dijadikan sebagai pakan berserat utama untuk ternak sapi, diberikan sebanyak 6-8 kg/ekor/hari. Sedangkan pakan konsentrat diberikan sebanyak 1 % dari berat badan.?Formula ransum pakan konsentrat dapat disesuaikan dengan bahan yang ada ditempat, salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 50% dedak, 22% jagung halus dan 18% bungkil kelapa, 5% Tepung Ikan, 4% mineral dan 1% garam.Membuat jerami menjadi kompos. Seperti halnya membuat kompos dengan bahan organik lain, dalam pembuatan kompos dengan media jerami juga memerlukan mikro organisme dekomposer untuk mempercepat proses fermentasi. Dengan menggunakan dekomposer hanya butuh waktu 15 -20 hari untuk membuat kompos yang siap pakai dan langsung bisa diaplikasi ke sawah lagi. Dalam proses mengkomposkan jerami bisa ditambah dengan kotoran sapi ataupun sampah hijau (bahan organik) yang lain.Setelah kita mengetahui manfaat dari jerami padi diatas alangkah baiknya jika kita menggunakan limbah tanaman padi tersebut untuk menjadikannya lebih bermanfaat, daripada sekedar dibakar ataupun hanya ditumpuk disawah. (Penulis :Suwarna)Sumber : 1. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2208/2. http://sumbar.litbang.deptan.go.id3. https://mediel.wordpress.com/2013/06/07/memanfaatkan-jerami-sebagai-pakan-ternak-alternatif/4. ww.gerbangpertanian.com/2010/04/mengolah-jerami-tanaman-padi-menjadi.html