Loading...

SOLUSI MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN CENGKEH DENGAN JENIS BIBIT CENGKEH UNGGUL

SOLUSI MENINGKATKAN  PRODUKSI TANAMAN CENGKEH DENGAN JENIS BIBIT CENGKEH UNGGUL
Oleh : La Usman, SP PPL Desa Waemorat Kec. Batabual Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional maupun daerah secara berkelanjutan, baik sebagai komoditas ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Masyarakat Maluku telah membudidayakan cengkeh secara turun temurun dan Maluku memiliki keragaman sumber daya genetic cengkeh yang tinggi. Cengkeh asli Maluku yang banyak dikenal adalah cengkeh AFO, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Airmata, Dokiri dan Daun Buntal, sedangkan cengkeh yang banyak dibudidayakan yaitu jenis Zanzibar, Siputih, Sikotok dan Ambon. Keaneka ragaman varietas dan kondisi agro ekologi yang mendukung menjadi Maluku sebagai produsen cengkeh terbesar di Indonesia setelah Sulawesi Selatan. Produksi cengkeh di Maluku pada masa mendatang diperkirakan akan terus menurun karena berbagai kendala terutama akibat minimnya peremajaan atau rehabilitasi tanaman rusak. Upaya mempertahankan eksistensi Maluku sebagai penghasil cengkeh dan peningkatan produksi harus segera dilakukan terutama dengan cara rehabilitasi tanaman dalam jangka panjang. Upaya rehabilitasi dengan cara mengganti tanaman tua dan memperbaiki lahan rusak setiap tahunnya akan dapat memenuhi permintaan cengkeh yang juga meningkat setiap tahunnya. Upaya rehabilitasi tanaman haruslah dipadukan antara penerapan jenis bibit cengkeh yang unggul dengan tehnik budidaya Pemupukan yang berimbang sehingga produktifitas cengkeh dapat meningkat. Jenis cengkeh zamzibar merupakan jenis cengkeh yang memiliki pertumbuhan normal dan cepat, kualitas bunga yang baik dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jenis cengkeh ini juga cukup adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan kering. Pemupukan berimbang dengan jenis pupuk organic merek dagang Fertillo Granul maupun Serbuk dapat menambah kesuburan tanah yang dapat memacu pertumbuhan cengkeh secara optimal dan juga memperbaiki kerusakan tanaman setelah panen. Aplikasi pupuk organic dilakukan dua kali dalam setahun pada awal musim hujan dan akhir musih hujan dengan cara membuat lubang aplikasi disekeliling pohon dengan jarak sesuai ujung tajuk tanaman.