Loading...

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN LEM DI KECAMATAN P. BANTENG KABUPATEN KOBAR KALTENG

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN LEM DI KECAMATAN P. BANTENG KABUPATEN KOBAR KALTENG
Bagaimana Mensosialisasikan LEMBAGA EKONOMI MASYARAKAT (LEM) ke MasyarakatLEM merupakan lembaga usaha yang di Belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Sebagian masyarakat baik di kota ataupun di desa kurang mengenal satu badan yang bernama LEM ini. Dapat dikatakan eksistensi LEM saat ini telah naik daun. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjabarkan sedikit cara-cara untuk mensosialisasikan LEM kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengenal LEM dan menjadikan LEM lebih berkembang.Sebelumnya, coba tanyakan kepada masyarakat di sekeliling anda. "Dimanakah mini market terdekat yang ada di daerah ini?". Tanpa menunggu lama pasti dengan fasih mereka akan menunjukkan letaknya secara tepat. Kemudian lontarkan kembali sebuah pertanyaan "Dimana letak koperasi terdekat di daerah ini?". Sudah dipastikan butuh waktu lama untuk menantikan jawaban untuk pertanyaan tersebut. Dan akhirnyapun jawaban yang kita dapatkan hanyalah gelengan kepala atau bahkan kata "tidak tahu". Kejadian ini sangat kontras sekali perbedaannya, padahal koperasi lebih dulu ada di bandingkan mini market yang kini menjamur di sekitar kita.Hal ini terjadi bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang LEM dan eksistensi koperasi yang semakin menurun yang ditandai dengan semakin berkurangnya keberadaan koperasi disekitar kita. Sosialisasi LEM dapat dijadikan jalan keluar dari masalah ini.Langkah awal yang tentunya bisa di lakukan yaitu, mengumpulkan masyarakat yang nantinya akan menjadi anggota LEM. Masyarakat dari lingkungan sekitar akan di bina dan di beri pengetahuan tentang apa itu LEM dan bagaimana cara mendirikan LEM yang baik. Sehingga dengan sosialisasi terhadap masyarakat dapat menjadikan LEM terbangun . Tidak berhenti sampai disini, masyarakat yang sudah mendapat sosialisasi ini, nantinya akan menyampaikan pula kepada masyarakat sekitar lainnya yang nantinya akan menjadi anggota LEM. Dapat dikatakan proses ini merupakan proses sosialisasi berantai yang mudah-mudahan bisa efektif dan mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang di harapkan.Sosialisasi awal ini bisa dikatakan sebagai sosialisasi pembentukan LEM merupakan salah satu tahapan untuk mendirikan LEM berbadan hukum. Yang disampaikan kepada mitra yang nantinya menjadi anggota LEM dalam sosialisasi ini dapat berupa informasi dan materi tentang LEM. Tujuan sosialisasi, yaitu agar calon anggota LEM mengetahui tentang LEM, apa itu LEM, bagaimana ikut dalam LEM, hak dan kewajiban anggota dan hal-hal lain terkait LEM.Dengan sosialisasi ini, diharapkan mitra yang merupakan calon anggota LEM memahami bagaimana mendirikan LEM berbadan hukum. Mengerti tentang LEM dan berorganisasi, agar kedepannya setelah terbentuk tidak ada permasalahan karena ketidakpahaman anggota mengenai LEM. Mudah-mudahan apa yang menjadi cita-cita bersama untuk membentuk LEM berbadan hukum dapat tercapai. Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dan tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun dapat berlanjut dengan memberikan program-program yang bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil khususnya.Sosialisasi dapat di lakukan kepada tokoh masyarakat, karena mereka di anggap sebagai orang-orang penting yang ada di suatu kelompok masyarakat. Mereka inilah yang nantinya dapat meneruskan sosialisasi di tengah lingkungan masyarakat.Dalam proses sosialisasi, seorang narasumber harus dapat memberikan pandangan kepada partisipan sosialisasi bahwa pendirian dan pembangunan LEM sangat penting dan strategis serta prospektif, karena LEM sebagai usaha dapat memberikan peran yang berarti dalam kehidupan perekonomian masyarakat, terutama anggota LEM.(LUKMANUL CHAKIM/ PP.MUDA BARTIM KALTENG INDONESIA)