Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BP3K Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, yang dihadiri oleh Kepala BP4K Kabupaten Bone Bolango bapak Fitri Gobel, S.Pt, Sekretaris BP4K Kabupaten Bone Bolango bapak Ir. Ahmad Soleman, MBA, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perkebunan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bone Bolango bapak Erwin Ilahude, SP, dari unsure Babinsa yang diwakili oleh bapak Sersan Dua Amir Yunus, dan perwakilan kelompoktani padi sawah yang berada di Desa Bongopini. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BP4K Kabupaten Bone Bolango. Padi (Beras) merupakan salah satu pangan pokok bagi Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, perkembangan perpadian (perberasan) di Indonesia telah mengalami pasang surut. Diawal tahun kemerdekaan, ketidakmampuan menyediakan beras bagi rakyat Indonesia telah menimbulkan instabilitas politik. Pada tahun 1984, Indonesia telah mampu mencapai swasembada beras, setelah itu penyediaan beras bersumber dari produksi dalam negeri tidak dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga penyediaan beras dari impor menjadi alternative untuk mengurangi resistensi sosial dan politik. Namun sejak tahun 2008 sampai sekarang ini, penyediaan beras telah kembali mencapai swasembada. Melihat realitas tersebut, beras menjadi komoditas yang fundamental dan strategis. Untuk itu, pengelolaan perpadian (perberasan) memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan sehingga dari sisi Ketahanan Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Pengembangan sektor tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi dan produktivitas usahatani padi dan jagung adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian. Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, telah memunculkan kerisauan akan terjadinya keadaan "rawan pangan" di masa yang akan datang. Selain itu, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, terjadi pula peningkatan konsumsi 2 per-kapita untuk berbagai jenis pangan, akibatnya Indonesia membutuhkan tambahan ketersediaan pangan guna mengimbangi laju pertambahan penduduk yang masih cukup tinggi. Penulis : Risnawati Alhamad, S.Pt Kepala BP3K Tilongkabila