SOSIALISASI GERAKAN TANAM SERENTAK MEI DI KABUPATEN INDRAMAYU
Kementerian Pertanian pada Tahun 2017 ini telah mentargetkan produksi padi hingga 78 juta ton. Untuk mewujudkan sasaran tersebut dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan meningkatkan indeks pertanaman melalui program IP 300 dan percepatan tanam rendeng serta tanam gadu. Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan (padi) di Jawa Barat dan bahkan nasional mempunyai andil yang cukup besar dalam peningkatan produksi padi.. Luas areal sawah di Kabupaten Indramayu mencapai 118.513 ha, dengan produksi per tahunnya tidak kurang dari 1,7 juta ton gabah. Pembangunan pertanian di Kabupaten Indramayu sendiri dititikberatkan pada upaya intensifikasi usahatani padi di daerah-daerah berpengairan teknis dan pengembangan komoditas palawija atau sayuran di daerah-daerah sawah tadah hujan dan daerah non irigasi teknis. Untuk mewujudkan target produksi padi tersebut, pada Hari Ranu tanggal 10 Mei 2017 bertempat di Aula Kodim 0616 Kabupaten Indramayu, Dirjen Tanaman Panagan yang diwakili oleh Kepala Seksi Data (Bapak Edi), Dandim 0616, Kabid Tanaman Pangan, UPT Dinas Pertanian dan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Se Kabupaaten Indramayu melaksanakan Sosialisaai Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam.Pada kesempatan tersebut Dandim melaporkan bahwa tanam di Indarmayu pada Bulan Desember 2016 seluas 50.000 ha dan pada Bulan Januari 2017 seluas 20.000 hektar. Kabuaten Indramaayu merupakan andalan swasembada baik di tingkat provinsi maupun nasional. Dijelaskan pula bahwa Indonesia sudah swasembada beras dan menutup kran impor beras. Untuk itu kita harus mampu mempertahankan swasembada tersebut. Perhatian Kementerian Pertanian kepada para petani Indramayu cukup besar. Para petani mau apapun selalu diberikan, seperti traktor, power threser, embung, jaringan irigasi, dan jalan usahatani. Kabupaten Indramayu ditargetkan pada Bulan Mei ini harus mampu mengolah tanah dan tanam seluas 6.000 hektar. Berdasarkan evaluasi perkembangan tanam sampai Bulan April, masih banyak kecamatan yang belum tanam. Sehingga untuk mengejar target tanam 6.000 hetar pada Bulan ini masih sangat memungkinkan. Dari hasil diskusi dengan Danramil dan UPT Dinas serta Koordinator Penyuluh Pertanian disepakati Gerakatan olah tanah dan tanam ini diprioritaskan kepada kecamatan-kecamatan yang belum melakukan pengolahan tanah. Hasil kesepakatan gerakan ini dialokasikan di Kecamatan Anjatan seluas 1.000 hektar, Kecamatan Losarang seluas 1.000 hektar, Kecamatan Lelea seluas 1.000 hektar, Kecamatan Juntinyuat seluas 400 hektar, Kecamatan Jatibarang seluas 1.000 hektar. Sisanya 1.000 hektar di Kecamatan Sliyeg dan Kecamatan Karangampel 600 hektar.Kepala Seksi Data menjelaskan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanan sedang melakukan gerakan percepatan olah tanah dan tanaam di di 104 kabupaten se Indonesia. Di Jawa Barat sendiri difokuskan di 16 kabupaten. Kementerian Pertanian telah mengalokasikan dana untuk kegiatan gerakan iniyang dikoordinasikan di Kodim. Adapun Alokasi dana ini diperuntukan stimulan traktor 5 liter/hektar selama 1 hari dan pengawalan/pengawasan sebanyak 110 orang per harinya. Lama kegiatan gerakan oleh tanah dan tanam ini selama 5 hari. Untuk itu diharapkan dengan adanya gerakan selama 5 hari ini dapat dan mampu mendorong para petani untuk tanam padi seluas 6.000 hektar. PenyusunEDI HARNADI – Penyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu