Loading...

Sosialisasi Implementasi e- RDKK dan Kartu Tani

Sosialisasi Implementasi e- RDKK dan Kartu Tani
Pertemuan sosialisasi implementasi e- rdkk ini dilaksanakan agar implementasi e- rdkk pupuk bersubsidi menuju kartu tani tahun 2019 di kabupaten Pasaman Barat dapat terlaksana secara optimal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan bertempat di gedung pertemuan DTPHP padang Tujuh pada hari ini Senin, tanggal 30 April 2018. Kegiatan ini terkait dengan telah ditetapkannya Sumbar sebagai Propinsi yang menerapkan kartu tani tahun 2019 oleh Direktorat Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Kementan Peserta pertemuan ini adalah para petugas tim verifikasi dan validasi pupuk bersubsidi kabupaten dan kecamatan, petugas tim entri e- rdkk kecamatan, kepala UPT BPK se Pasbar dan koordinator simluhtan kabupaten. Pertemuan dihadiri oleh kabid SPP dan anggotanya, Sekretaris DTPHP Bp. Alpian, S.Pt, M.Si sekaligus membuka acara sosialiasi ini Sebagai pemateri kegiatan dihadiri oleh Tim Distanhorbun Propinsi Sumbar Ibuk Rosnetty Rasyid dan ibuk Primadona Betta. Para pemateri menjelaskan arah kebijakan subsidi pupuk 2018. Melihat sikon saat ini penerima subsidi belum sesuai target yang berpotensi terjadi penyimpangan dan adanya database penerima subsidi belum terintegrasi yg berpotensi terjadi kesalahan. oleh karena itu, pengelolaan subsidi pupuk difokuskan melalui proses penyempurnaan dan perbaikan data yg diselaraskan dg NIK dan mekanisme penyaluran subsidi pupuk melalui kartu tani. Kartu tani ini merupakan rekomendasi litbang KPK, BPK dan amanat APBN 2018. Pengusulan kartu tani tingkat kecamatan oleh PPL disampaikan ke admin kecamatan dan diverifikasi oleh koordinator penyuluh (Ka UPT BP) selanjutnya disampaikan ke kabupaten melalui kasie penyuluhan terus ke kabidluh terakhir diverifikasi oleh Kadis setelah ok baru di masukan data e- rdkk Setelah pemaparan materi, disimulasikan cara mengentri data petani yang sesuai dengan data simluhtan ke aplikasi e- rdkk dengan langsung mengambil sampel poktan yang ada di kecamatan beserta penyuluh dan database poktan yang mau dientrikan. Setelah simulasi tersebut peserta sosialisasi diharapkan segera aksi di lapangan untuk melengkapi data rdkk tahun sebelumnya (2017) yang masih perlu dilengkapi karena terdapat beberpa item yang ditembahkan dari format sebelumnya. Semoga semua bisa saling koordinasi dan sinergi agar kegiatan ini bisa terealisasikan sesuai target. (Zuhelmi, Penyuluh Sasak)