Oleh : Nursita Apriani, SPPPL Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Dalam rangka mensukseskan program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang telah diluncurkan oleh Kementerian Pertanian yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) maka diadakan kegiatan Sosialisi Inseminasi Buatan (IB) Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) di Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Media Informasi dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, Petugas Inseminator IB Kabupaten Kepulauan Meranti , Koordinator PPL dan PPL Kecamatan Tebing Tinggi dan Perternak Sapi Desa Banglas Barat. Sebagai Narasumber kegiatan Sosialisi Inseminasi Buatan (IB) Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yaitu Dulhadi selaku PetugasInseminator Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu pilihan yang tepat yang dapat diandalkan dalam memperbanyak populasi ternak. IB adalah teknik memasukan mani atau semen ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat untuk dapat membuahi sel telur dengan mengunakan alat inseminasi. IB sangat dianjurkan ada beberapa tujuan yang dapat dicapai adalah : Untuk memperbaiki mutu ternak yang dihasilkan, sebab bibit berasal dari pejantan yang unggul atau pilihan; Lebih efisien karena tidak mengharuskan pejantan unggul dibawa ke tempat betina, cukup semennya saja; Dapat meningkatkan angka kelahiran denga cepat dan teratur; dan Mencegah terjadinya penularan atau penyebaran penyakit kelamin. Keuntungan dari IB antara lain : Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan; Dapat mengatur kelahiran ternak dengan baik; Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (in breeding); Dengan peralatan dn teknologi yang baik, sperma dapat disimpan dalam waktu yang lama; Semen beku dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati; Menghindari kecelakaan yang sedang terjadi saat perkawinan akibat dari fisik pejantan terlalu besar; Menghindari ternak dari penularan penyakit akibat hubungan kelamin. Kendati IB sangat menguntungkan dalam pengembangbiakan ternak namun tidak menutup kemungkinan beberapa diantaranya terjadi juga kegagalan atau kualitas dan prosentase kebuntingan tidak sesuai yang diharapakan. Faktor penyebab rendahnya prosentase kebuntingan antara lain : Fertilisasi dan kwalitas mani beku yang jelek/rendah; Inseminator kurang/tidak terampil; Petani/peternak kurang atau tidak terampil medeteksi birahi; Pelaporan yang terlambat atau pelayanan inseminator yang lamban; dan Kemungkinan ada gangguan reproduksi ternak betina. Dari sekian faktor penyebab tersebut yang paling penting adalah mendeteksi birahi. Tanda – tanda birahi pada ternak sapi betina adalah :1. Vulva : agak sedikit bengkak, berwarna merah, dan bila diraba terasa hangat (3 A dalam bahasa Jawa: abang, abuh, anget, atau bisa juga 3 B dalam bahasa Sunda: Bareuh, Beureum, Baseuh)2. Sering berteriak atau melenguh (2 B dalam bahasa jawa suka bengak bengok atau bila didengarkan mengeluarkan suara emah emoh)3. Ternak sering merasa gelisah dan suka menaiki dan dinaiki oleh sesamanya. (2 C dalam bahasa Jawa : Clingkrak Clingkrik)4. Dari vulva keluar cairan lendir yang nampak bening seperti cairan putih telur dan tidak berwarna. (1 D dalam bahasa Jawa : Dlewer)5. Nafsu makan berkurang.Selain itu Peternak Sapi diperkenalkan dengan alat-alat yang dipergunakan untuk Inseminasi Buatan (IB) antara lain :1. Inseminasi GunDigunakan untuk memasukkan semen beku kedalam saluran reproduksi betina (vagina,dan serviks) 2. Gunting straw Gunting diperlukan untuk menggunting ujung straw, setelah straw dimasukkan ke dalam Inseminasi Gun). Sebelum menggunting, harus dipastikan bahwa gunting ini steril.3. Pinset Digunakan untuk mengambil straw dari canister atau thermos4. Container atau thermos strawTermos khusus berlubang pada bagian tutupnya, digunakan untuk wadah nitrogen cair. Straw yang diambil dari Container dengan pinset segera dimasukkan ke dalam termos untuk dapat dibawa ke tempat sapi betina. Lobang kecil yang dibuat pada tutup termos dimaksudkan untuk penguapan nitrogen. Tanpa adanya lobang ini tutup termos dapat terhembus dan terlempar keluar, atau termos dapat meledak. Container dengan canister atau wadah straw, harus tetap dijaga berisi Nitrogen cair. Volume nitrogen dalam Container harus selalu diperhatikan dengan jalan mencelupkan batang pengukur yang terbuat dari kayu ke dalam Nitrogen air . Volume N2 cair di dalam container tidak boleh kurang 3 inci (10 cm) dari dasar container. Apabila terjadi sesuatu keadaan dimana N2 cair di dalam container tinggal setinggi 3 inci (± 10 cm), maka penambahan N2 cair harus segera dilakukan dalam waktu 12 jam. Nitrogen cair cadangan untuk menambah volume harus selalu tersedia. Jika Container tiap hari dibuka satu kali untuk mengambil straw, maka biasanya penambahan nitrogen cair dilakukan 3 minggu sekali,5. Plastik sheetDigunakan sebagai pelindung inseminasi gun setelah di isi straw, sehingga pada saat dimasukkan kedalam saluran reproduksi betina tidak melukai6. Plastik glove (sarung tangan plastik)Digunakan untuk melindungi tangan pada saat palpasi lewat rectal.7. Air hangat dan ember kecilDigunakan untuk thawing semen beku8. Tissue Digunakan untuk membersihkan straw dan membersihakan vulva yang kotor9. Sabun Digunakan sebagai pelicin plastic glove pada saat akan masuk rectal.