Loading...

SOSIALISASI KAJI TERAP PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN MUSUH ALAMI BURUNG HANTU (TYTO ALBA)

SOSIALISASI KAJI TERAP PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN MUSUH ALAMI BURUNG HANTU (TYTO ALBA)
Kabupaten Tuban sebagai penghasil gabah terbesar ke 6 (enam) propinsi Jawa Timur Yaitu sebanyak 577.466 ton. Akan tetapi kondisi ini terancam disebabkan adanya banyak laporan adanya serangan Tikus sawah khususnya di wilayah kecamatan Plumpang. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan panen padi adalah adanya serangan hama dan cara penanggulangannya. Tikus (Rattus argentiventer) merupakan salah satu hama yang dapat merusak tanaman padi di setiap fase, mulai dari semai sampai dengan panen bahkan sampai di penyimpanan. Pola serangan Tikus biasanya dimulai dari tengah petak kemudian meluas ke pinggir dan semua terjadi pada malam hari. Siang harinya Tikus-Tikus tersebut bersembunyi. Adanya kawanan Tikus dapat dilihat dari jejak kaki, kotoran dan lubang-lubang aktif yang merupakan tempat bersembunyi Tikus.Pada tanggal 8 april 2015, tepatnya pada hari Rabu bertempat di desa Klotok, Kecamatan Plumpang , kabupaten Tuban telah diadakan Sosialisasi mengenai " Kaji Terap Teknologi Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu dengan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto alba)". Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala BPPKP Kab. Tuban beserta Penyuluh Kabupaten dan juga perangkat desa Klotok.Diantara daerah yang mengalami serangan Tikus di wilayah Kabupaten Tuban khususnya kecamatan Plumpang adalah Desa Klotok, Kedung soko dan Plandi rejo. Akibat serangan hama Tikus yang terus menerus, banyak tanaman padi mengalami gagal panen. Menyikapi kondisi tersebut, pihak kelompok tani bersama petugas pertanian Kecamatan Plumpang melakukan tindakan pengendalian serangan dengan cara memberikan penyuluhan mengenai langkah-langkah untuk antisipasi ataupun menanggulangi serangan hama Tikus. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah dengan cara penanaman padi yang serempak, perbaikan pola tanam, gropyokan masal, pengasapan dengan belerang, penggunaan Rodentisida dan pengendalia denganmenggunakan musuh alami yaitu Burung Hantu (Tyto alba)Berawal dari studi banding petani di Kabupaten Demak, ditindak lanjuti dengan uji coba penerapan pengendalian hama Tikus dengan cara penangkaran alami Burung Hantu yaitu pembuatan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) yang didirikan di areal persawahan petani yang biasa dilintasi Burung Hantu atau di tempat-tempat yang biasa digunakan untuk bertengger atau beristirahat. Sampai dengan saat ini di Kecamatan Plumpang telah didirikan sebanyak 77 buah RUBUHA yang tersebar di 7 desa dan 1 unit rumah karantina yang berada di desa Kedung soko.Guna mendukung usaha pengendalian hama Tikus secara alami yang telah dilakukan oleh petani Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) pada Tahun Anggaran 2015 ini melaksanakan Kaji Terap Teknolgi Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu dengan Musuh Alami Burung Hantu (Tyto Alba) di Desa Klotok Kecamatan Plumpang yang dilakukan bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) dengan mendirikan 8 unit Rubuha disertai pengadaan Burung Hantu sebanyak 8 pasang. Ditulis oleh : Ir. SUPRIYONO (PPM di BPPKP Kab, Tuban)Sumber informasi : Sosialisasi Kegiatan Kaji Terap Teknologi Pengendalian hama Tikus secara terpadu dengan musuh alami Burung Hantu (Tyto alba)