Loading...

SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH KABUPATEN REMBANG TAHUN 2014

SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH KABUPATEN REMBANG TAHUN 2014
Pangan jajanan adalah makanan/minuman yang dipersiapkan dengan teknologi yang sangat sederhana, dimana seringkali faktor hiegine atau kebersihan kurang diperhatikan, baik kebersihan bahan yang digunakan, peralatan yang dipakai maupun kebersihan lingkungannya. Selain itu, karena tingkat pendidikan pedagang yang relatif rendah dan ketidaktahuannya, mengakibatkan mereka menggunakan bahan-bahan tambahan makanan seperti pemanis, pewarna, pengawet, dan lain-lain, yang sebenarnya tidak diijinkan untuk bahan-bahan tersebut dapat lebih murah. Kantin atau warung sekolah merupakan salah satu tempat jajan anak sekolah selain penjaja PJAS diluar sekolah. Kantin sekolah mempunyai peranan penting dalam mewujudkan pesan-pesan kesehatan dan dapat menentukan perilaku makan siswa sehari-hari melalui penyediaan pangan jajanan di sekolah. Kantin sekolah dapat menyediakan makanan sebagai pengganti makan pagi dan makan siang di rumah serta cemilan dan minuman yang sehat, aman dan bergizi. Keberadaan kantin sekolah memberikan peranan penting karena mampu menyediakan ± ¼ konsumsi makanan keluarga karena keberadan peserta didik di sekolah yang cukup lama. Kantin sekolah sehat yang memenuhi standar kesehatan telah ditetapkan sebagai salah satu indikator sekolah sehat. Oleh karena itu Badan Ketahanan Pangan dan P4K Kabupaten Rembang melihat perlu adanya sosialisasi kepada para pendidik agar mampu memberikan pengetahuan kepada anak didiknya akan pentingnya mengkomsumsi jajanan yang aman dan sehat. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dalam hal ini selaku nara sumber Ibu Susi Haryanti, S.Si. Apt kegiatan tersebut. Dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2014 di Aula BKP dan P4K ,sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah ini dihadiri oleh 30 orang yang terdidi dari unsur pendidik dilingkungan Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak di kawasan Kecamatan Rembang Kota serta beberapa produsen/distributor jajanan anak sekolah. Dalam materinya Ibu Susi Haryanti, S.Si. Apt menjelaskan bahwa sebagai pendidik atau pengganti orang tua siswa saat di sekolah harus benar-benar teliti dan jeli memilih jajanan apa yang boleh dijual di kantin sekolah yang nantinya akan dikonsumsi anak didik mereka. Selain itu selalu menjaga kebersihan terhadap lingkungan sekolah terutama lingkungan kantin sekolah juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Selain itu narasumber juga menjelaskan beberapa zat-zat aditif / berbahaya yang diduga sengaja ditambahkan di beberapa jajanan anak sekolah. Antusiasme para peserta sosialisasi tersebut sangat tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta kepada narasumber. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi keamanan pangan ini memang sangat diperlukan.Harapan para peserta sosialisasi keamanan pangan dilakukan secara langsung kepada para siswa di sekolah agar para siswa lebih memahami. Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan BKP dan P4K Kabupaten Rembang ini setiap tahunnya memberikan informasi-informasi terbaru tentang keamanan pangan bagi masyarakat luas. Harapannya, masyarakat bisa menjadi konsumen cerdas dengan cara memilih, membeli dan mengkonsumsi makanan yang aman, sehat dan bergizi