SOSIALISASI KEGIATAN TANAMAN PANGAN TINGKAT KABUPATEN INDRAMAYU APBN TA. 2016
Dalam rangka menyambut musim tanam gadu 2016 Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan Kodim 0616 Indramayu pada hari Senin tanggal 18 April 2016 mengadakan kegiatan Sosialisasi Kegiatan Tanaman Pangan Tingkat Kabupaten Indramayu APBN TA. 2016 yang dilaksanakan di Aula Kodim 0616 Indramayu dan dihadiri para Ka. UPTD, Ka. BPP dan para Babinsa Se Kabupaten Indramayu.Dalam pemaparannya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Ir. Firman Muntako, MM menyatakan target luas tanam di musim rendeng sebesar 144.000 Ha tidak tercapai, diperkirakan target luas tanam pada tahun 2016 hanya mencapai 129.000 Ha.Pengawalan sergab dengan target sebanyak 500.000 ton yang telah disepakati Kementan dengan Bupati Indramayu dengan harga yang ditetapkan 3700 diterima Bulog, hal ini tidak didukung dari gudang Bulog yang hanya mampu menampung sekitar 150.000 ton. Dalam hal pembayaran belum semua mampu dibayar secara langsung hal ini sangat merugikan bagi para petani.Strategi yang dilakukan pemerintah dalam program sergab ini dengan cara petani yang menjual gabahnya ke Bulog dengan harga 3700 akan diberi reward berupa benih gratis dan alsintan baik berupa traktor, power treser maupun mesin pompa. Setiap petani yang menjual gabah ke Bulog dengan harga tersebut diatas di inventarisir untuk kemudian diajukan ke Kementan untuk mendapatkan reward tersebut.Program pada tahun ini mencakup Pajale yang harus menggunkan sistem tanam jajar legowo, yaitu 50.000 Ha padi inbrida, 1000 Ha padi hibrida, 5000 Ha padi gogo, untuk jagung seluas 12.000 Ha serta 10.000 Ha untuk tanaman kedele. Program benih bersubsidi diperuntukkan bagi kelompok yang tidak tercover bansos tersebut di atas. Harga yang ditentukan untuk benih bersubsidi sebesar Rp.2500/kg. Program PAT tanaman kedele dari target 22.000 Ha yag terserap hanya sekitar 10.000 Ha hal ini ada ketentuan untuk program PAT tahun 2016 harus berada di lahan yang baru belum pernah ditanami kedele sebelumnya, sedangkan lahan program PAT tahun 2015 hanya bisa untuk intensifikasi kedele.Dalam sambutanya Kabid Kelembagaan dan ketenagaan penyuluhan pertanian mengharapkan adanya sosialisasi dari kegiatan Peternakan dan kegiatan tanaman hortikultura. Beliau juga mengharapakan sekali adanya juknis dalam setiap kegiatan sebagai pedoman dan pegangan di lapangan agar setiap kegiatan di lapangan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. (Rohayati)