Pertumbuhan tanaman padi disamping ditunjang oleh adanya faktor lingkungan yang bersifat positif seperti intensitas dan lama penyinaran matahari, suhu, air, gas (CO2 dan O2), angin, kelembaban, kesuburan tanah dan lain-lain yang cukup juga dapat dihambat oleh adanya faktor lingkungan yang bersifat negatif seperti hama, penyakit dan gulma.Hama, penyakit dan gulma merupakan cekaman biotis yang dapat mengurangi hasil dan bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil panen yang maksimum dalam budidaya padi, perlu dilakukan usaha pengendalian hama, penyakit dan gulma. Berkaitan dengan hal tersebut dan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman pangan khususnya tanaman padi sawah, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng mengadakan sosialisasi peningkatan kewaspadaan terhadap serangan organisme penggganggu tumbuhan (OPT) di BPP. Sawan pada tanggal 23 Mei 2018. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bapak Ir. Nyoman Genep, MP, petugas Laboratorium Pengamatan dan Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikulturaa Tangguwesia, Penyuluh Pertanian Kecamatan Sawan, Pengendali OPT Kecamatan Sawan dan Ketua/Kelian Kelompok Tani/Subak sebanyak 25 orang. Dalam arahannya Kepala Dinas Pertanian menekankan kepada peserta terutama kepada Ketua/Kelian Kelompok Tani/Subak sebagai pelaku utama pembangunan pertanian agar dalam pengendalian hama, penyakit dan gulma dilakukan secara terpadu yaitu dengan memadukan berbagai teknik pengendalian seperti penggunaan varietas tahan, tanam bibit sehat, pengamatan secara berkala untuk mengetahui adanya serangan hama, penyakit maupun gulma sedini mungkin, penggunaan musuh alami, perbaikan cara bercocok tanam maupun cara-cara mekanik serta pengendaian secara kimiawi yang dilakukan secara bijaksana. Penulis: Made SedakaAdmin Cyber Extension Kec. Sawan: Made Sedaka