Loading...

SOSIALISASI KOMANDO STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) PROVINSI SULAWESI TENGAH

SOSIALISASI KOMANDO STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN (KOSTRATANI) PROVINSI SULAWESI TENGAH
Bertempat di Hotel Rama Garden Palu pada hari Jum’at tanggal 22 November 2019 diadakan Sosialisasi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI). Kegiatan ini di buka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI Prof. DR. Ir. Dedy Nursyamsy M.Agr. Sebagai arahan Kepala BPPSDMP, Prof. DR. Ir. Dedy Nursyamsy M.Agr menyampaikan bahwa tujuan pembangunan pertanian adalah untuk menyediakan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dari Sabang sampai Merauke, dan mendorong ekspor sebesar besarnya yang ditempuh dengan cara meningkatkan produktivitas pertanian. Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas mencakup penyediaan prasarana dan sarana pertanian: irigasi, pupuk, benih; implementasi inovasi dan teknologi pertanian; serta yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas SDM yang menggerakkan pembangunan pertanian dari hulu hinga hilir dari pusat hingga desa. Untuk mencapai produktivitas pertanian, ada program single data dan KOSTRATANI. Caranya BPP sebagai Kostratani yang mengawal semua program dari Eselon I Kementrian Pertanian RI, karena diyakini pembangunan di tingkat kecamatan menjadi lokus pembangunan pertanian. Lebih lanjut dijelaskan bahwa KOSTRATANI adalah pusat kegiatan pengembangan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, Perannya harus menjadi : (1) Pusat data dan informasi (terkait dengan statistik pertanian, LTT, dll), (2) Pusat gerakan pembangunan pertanian, (3) Pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani sehingga harus ada demplot, (4) Pusat konsultasi agribisnis; petani dan penyuluh harus terlibat dalam pembangun pertanian dari hulu hingga hilir agar dapat meningkatkan nilai tambah pertanian, dan (5) Pusat pengembangan jejaring kemitraan; petani tidak boleh bekerja sendiri, petani harus punya skala usaha yang tidak boleh kecil kecil agar petani tidak memiliki posisi tawar rendah. Caranya petani bergabung dengan petani yang lain, meskipun lahannya sendiri namun pengelolaannya digabungkan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 65 orang peserta yang meliputi Kepala Dinas Teknis Urusan Bidang Pertanian di Kabupaten/Kota, Kepala Bidang/Kepala Seksi Penyuluhan se Sulawesi Tengah, Camat, Kepala/Koordinator BPP dan Petugas IT yang menjadi Pilot Project di 25 kecamatan dari tujuh kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Banggai, Parigi Moutong, Poso, Donggala, Sigi, Toli-Toli dan Morowali Utara. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (DR.Ir.Leli Nuryati M.Sc) selaku ketua panitia penyelenggara, Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan (I Wayan Ediana), Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan Pusluhtan (Septalina Pradini), Penyuluh Utama Kementan (Inang Sariati), staf Penyelenggaraan Penyuluhan Pusluhtan (Dwi Hayati), Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang (drh. Bambang Haryanto, MM), Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah (Ir.Trie Iriany Lamakampali, MM) dan Kepala BPTP Sulawesi Tengah (Dr.Ir.Fery Munir MS). Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Ir Trie Iriany Lamakampali, MM menekankan kepada seluruh peserta untuk mendukung Gerakan KOSTRATANI yang telah diluncurkan oleh Menteri Pertanian RI, DR. Syahrul Yasin Limpo agar berdampak pada peningkatan kinerja pembangunan pertanian, khususnya Sulawesi Tengah. Sehingga dapat menjadi pertimbangan penambahan anggaran pembangunan provinsi. Diakui oleh Kadis bahwa tahun 2019 kinerja pembangunan pertanian Sulawesi Tengah tidak lebih baik dari tahun sebelumnya. Setidaknya ada 3 alasan; kaitan dengan gempa yang mengakibatkan kehilangan hampir 7.000 ha sawah, terjadi kemarau, serta alasan klasik terkait perbaikan irigasi. "Harapan kami agar Kepala Dinas Kabupaten dapat membuat kesepakatan dan komunikasi yang baik terkait perbaikan dan pemeliharaan irigasi agar tidak sampai mengganggu kalender tanam petani, dan agar supaya ada perhatian yang lebih besar terhadap sarana dan prasarana di BPP sebagai KOSTRATANI di tingkat kecamatan" ucapnya. Lanjut disampaikan, Pesan Kadis kepada Penyuluh Pertanian agar lebih efektif dalam mengawal program dan kegiatan yang ada di tingkat lapangan. Adapun bahan-bahan bimtek berkaitan dengan pengetahuan teknis agar supaya dapat ditularkan baik kepada penyuluh pertanian lainnya maupun kepada petani. Penulis : Kasmawati, S.Pt ( Penyuluh Pertanian Pertama pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah)