Loading...

SOSIALISASI KREDIT USAHA PERTANIAN DIKECAMATAN BANDAR LAKSAMANA

SOSIALISASI KREDIT USAHA PERTANIAN DIKECAMATAN BANDAR LAKSAMANA
Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pertanian yang cukup besar. Dengan luasan wilayah 655 KM2 dengan dominasi sektor perkebunan, sebagian Tanaman Pangan (Padi) dan Hortikultura (Sayuran). Usaha Pertanian tidak terlepas akan kebutuhan modal usaha, dimana sebagian besar Petani dan Pekebun kita masih belum memiliki modal yang cukup untuk berusahatani. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu skema kredit / pembiayaan modal kerja dan atau invstasi yang diberikan kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak termasuk sektor pertanian. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12 tahun 2020 tentang Fasilitasi Kredit Usaha Rakyat sektor pertanian. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia pada Selasa 22 September 2020 mengadakan Sosialisasi Kredit Usaha Pertanian, bagi para petani, pekebun, peternak dan Nelayan diSaung Tani Desa Parit 1 Api-Api Kecamatan Bandar Laksamana Kab. Bengkalis Prov. Riau, Hadir dalam acara tersebut Kabid PSP Dinas Pertanian Kab. Bengkalis beserta Kasi dan Staf, Petugas Penyelia Mitra Tani (PMT) Ade Januarto, Sekdes desa Parit I Api-Api Bpk. Nurzaman, Koordinator Penyuluh Bpk. M. Nababan, SP dan Petugas Penyuluh Pertanian Desa Parit I Api-Api Sukanto, SP. Peserta Acara Sosialisasi yang dilaksanakan diSaung Tani di Tengah Sawah ini berjumlah 30 orang. Diawali sambutan oleh Bapak Sekdes mewakili Kepala Desa, beliau sangat menyambut baik diadakan acara ini guna menambah wawasan, pengetahuan dan peluang permodalan para petani. Pembukaan acara disampaikan oleh Bpk Kabid PSP, beliau menyampaikan KUR secara umum dan sasaranya dilapangan. Sosialisasi KUR disampaikan oleh Bpk Ade Januarto selaku petugas PMT Kab. Bengkalis sekaligus mewakili pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tidak bia hadir karna seluruh karyawan BRI unit Sungai Pakning dilakukan Swab/Rapid Test terkait Covid 19. Dalam paparanya disampaikan ada Program SUPERMI (kredit super mikro) yakni kredit tanpa jaminan, agunanya hanya usaha yang ada. Kredit Supermi ini maksimal 10 Juta rupiah masa waktunya maksimal 5 tahun. Dengan syarat peminjam sudah mempunyai usaha. Seperti jaulan kue, lontong, kedai, makanan dan lai-lain. Kemudahan program supermi antara lain : bunganya hanya 0,2 % kemudian 3 bulan pertama tidak mengangsur, hanya membayar bunga saja dibulan ke-empat baru mulai pembayaran angsuran pokoknya. Dilanjutkan program berikutnya yakni skema KUR, dengan jumlah pinjaman maksimal 50 juta, menggunakan jaminan surat tanah. Namun pada skema KUR BRI ini apabila terjadi kemacetan angsuran maka tidak berlaku sita menyita agunan. Tentunya ini akan meringankam para konsumen. Selanjutnya masih ada program Asuransi BRI, dengan hanya membayar 50 ribu / orang / tahun, maka kita akan mendapat jaminan kesehatan diri kita. Disesi ahir diadakan diskusi dan tanya jawab seputaran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pertemuan berlangsung dengan hangat dan diskusi hidup mewarnai acara ini. Semoga Sosialisasi ini memberikan manfaat kepada petani/pekebun/peternek dan nelayan yang hadir, dimana ditengah kondisi pandemi covid 19 ini, yang mana perekonomian menjadi lesu, tentunya sangat dibutuhkan sentuhan dan dorongan dari berbagai pihak terutama pemerintah agar para petani tetap berproduksi dan mampu melanjutka usahanya. Kegiatan diahiri dengan sesi Foto Bersama. @Abu_zahro Bandar Laksamana,22 September 2020 Penulis : Sukanto, SP Penyuluh Pertanian Kecamatan Bandar Laksamana