Indonesia merupakan Negara agraris yang sebagian besar penduduknya adalah petani dengan beragam komoditi unggulan seperti padi, jagung, tanaman buah dan sayuran serta tanaman perkebunan. Dalam rangka mendukung pertanian yang lebih maju, pemerintah merilis program yang bernama kartu tani. Kartu sakti yang bisa digunanakan oleh petani untuk bertransaksi dalam pembelian pupuk bersubsidi. Kartu tani yang diberikan oleh pemerintah bertujuan untuk menjaga kelancaram usaha pertanian terutama dalam hal penyaluran pupuk. Kartu tani merupakan kartu debet sehingga kartu tersebut tidak hanya bisa digunakan dalam transaksi pembelian pupuk tetapi juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi keuangan pada umumnya. Pemerintah mendesain kartu tani dengan sentuhan teknologi yang lengkap, beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan oleh petani adalah untuk mengakses informasi harga saprotan dan komoditi serta informasi pupuk bersubsidi. Kartu tani yang merupakan kartu debet multifungsi terintegrasi dengan sistem informasi manajemen pangan Indonesia atau yang dikenal dengan SIMPI memuat database petani secara detail seperti identitas, lahan, komoditas, musim tanam, kebutuhan pupuk serta stok pupuk. Sehingga selain memberikan manfaat kepada petani, kartu tani juga memberikan manfaat kepada pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi serta sinkronisasi data petani. Selasa tanggal 21 Januari 2020 kartu tani kembali didistribusikan kepada petani di Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Distribusi ini merupakan distribusi tahap kedua dimana sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2020. Pada tahap pertama kartu yang berhasil terdistribusi kepada petani sebanyak 121 kartu dari 293 petani yang terdaftar untuk menerima kartu tani. Distribusi kartu tani dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, Pejabat kelurahan setempat serta pegawai BRI Unit Banyorang, kecamatan tompobulu, kabupaten bantaeng. Karena sifatnya personal satu data maka kartu tani tidak bisa diwakilkan kepada pihak tertentu untuk memperoleh kartu. Beberapa data yang diperlukan dalam menverifikasi data adalah petani wajib membawa fotocopy ktp dan kartu keluarga untuk memperoleh kartu tani. Sebelum acara inti yakni distribusi kartu tani dimulai, acara terlebih dahulu dimulai dengan pengarahan dari petugas penyuluh pertanian Syahrun Mubarak tentang manfaat dan fungsi dari kartu tani, kemudahan yang bisa diperoleh, teknis pengusulan kartu tani serta solusi bagi yang belum punya kartu tani. Pada kenyatannya masih banyak petani di kabupaten bantaeng khususnya di kelurahan ereng-ereng yang belum tercover dalam kartu tani tahap pertama, hal ini dikarenakan kartu tani yang dikeluarkan oleh lembaga terkait terbit secara bertahap, jadi bisa saja petani yang belum tercover kartu tani tahap pertama akan tercover pada periode selanjutnya, tentunya setelah kelengkapan administrasi dipenuhi oleh anggota kelompok tani. Kebijakan pemerintah daerah bagi petani yang belum memperoleh kartu tani, bisa melakukan pembelian pupuk bersubsidi dengan menggunakan data yang ada pada rencana definitive kebutuhan kelomok (RDKK). Penulis : Syahrun Mubarak