Loading...

sosialisasi mengenai pertanian organik di desa bagok Kecamatan benua Lima kabupaten Barito Timur

sosialisasi mengenai pertanian organik di desa bagok Kecamatan benua Lima kabupaten Barito Timur
Assalamualaikum, salam sejahtera bagi kita semua, semoga kita senantiasa dikaruniai kesehatan dan kekuatan, pada Minggu sore ini (27-5-2018) saya selaku koordinator BPP BENUA LIMA BARTIM KALTENG berkesempatan mendampingi praktisi pertanian organik melaksanakan sosialisasi mengenai pertanian organik di desa bagok Kecamatan benua Lima kabupaten Barito Timur, dengan didampingi oleh kepala desa ibu Risa beserta jajaran, praktisi pertanian organik dan seluruh anggota Gapoktan saya mencoba mengulas dan berdiskusi mengenai apa itu pertanian organik kepada seluruh audiens yang kebanyakan anggota kelompok tani desa bagok Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Dalam prakteknya, pertanian organik dilakukan dengan cara, antara lain:Menghindari penggunaan benih/bibit hasil rekayasa genetika (GMO = genetically modified organisms).Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis. Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan batuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.Menghindari penggunaan hormon tumbuh dan bahan aditif sintetis dalam makanan ternak. Manfaat Pertanian Organik Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik adalah, antara lain: 1. Kesehatan Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga mempunyai kandungan vitamin C, kalium, dan beta karoten yang lebih tinggi.Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk komposLingkungan a. Kualitas TanahMenjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian organik. Untuk itu dalam pertanian organik diutamakan cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah. Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis. Sebagai gantinya digunakan teknik - teknik sebagai berikut :Rotasi tanaman secara tepat, mixed cropping dan integrasi tanaman dengan ternak. Meningkatkan populasi mikroorganisme tanah melalui penggunaan pupuk organik. Meminimalkan pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah. Menjaga tanah selalu tertutup dengan mulsa organik. Menghindari pengolahan tanah yang berlebihan pada tanah yang miring untuk mencegah erosi. Menggunakan tanaman dalam strip dan tumpang sari. Menghindari penggembalaan yang berlebihan. Tidak menggunakan bahan kimia sintetis yang meracuni mikroorganisme tanah dan merusak struktur tanah. b. Penghematan energiHasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan 50–80% energi minyak untuk menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.c. Kualitas AirPenjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari (sustainable agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan. Pada areal pertanian organik, sumber air dijaga dengan menghindari praktek-praktek pertanian yang menyebabkan erosi tanah dan pencucian nutrisi, pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia. Kotoran hewan yang akan digunakan untuk pupuk organik selalu dikelola dengan hati-hati dan dikomposkan sebelum digunakan. Di samping itu, penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis juga dilarang dalam sistem pertanian organik. d. Kualitas UdaraPertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Dalam pertanian organik tidak menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida dari pupuk buatan tersebut. Dengan kegiatan ini kami dari jajaran PPL BPP BENUA LIMA BARTIM berharap mampu menuju pertanian organik.