Klasifikasi Area Lahan PekaranganSecara garis besar area atau daerah taman pekarangan pada umumnya dapat dibagi menjadi:Daerah umum (public area). Taman yang kita buat dimaksudkan pada area ini selain dilihat dan dinikmati oleh penghuni rumah juga oleh siapa saja yang lewat di depan atau disekitar rumah kita.Daerah kesibukan (service area). Taman yag kita buat pada area ini adalah untuk kesibukan penghuni rumah, misalnya tempat mencuci pakaian, mencuci piring atau lainnya. Pada area inipun dapat ditanam tanaman bumbu-bumbuan, sayur-sayuran atau tempat menanam tanaman obat-obatan. Begitu pula tempat anak-anak bermain. Biasanya daerah ini diletakkan dekat dapur, dengan maksud bila mau ambil tanaman bumbu pada saat sedang memasak mudah dan dekat sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, jadi masakannya tidak menjadi hangus. Begitupula tempat anak-anak bermain diletakkan didaerah ini, dengan maksud ibu atau pembantu rumah tangga atau penghuni rumah yang lainnya sambil bekerja, setiap saat dapat mengawasi anak-anak yang sedang bermain. Apalagi tiba-tiba ada anggota keluarga memerlukan tanaman obat-obatan, terutama pada malam hari dapat dengan mudah dan aman mengambilnya. Daerah pribadi (private area). Daerah ini kita buat taman yang khusus untuk pribadi, misalnya tempat ibu atau bapak menanam tanaman hobbinya tempat "bertukang", melakukan penelitian yang paling hemat, aman, setiap saat dapat diamati. Daerah pribadi ini biasanya disediakan disamping rumah. Daerah famili (family area). Daerah ini dapat dibuat taman untuk kepentingan keluarga, atau tempat berolah raga, atau tempat keluarga berkumpul, camping dan lainnya. Jangan lupa memikirkan tempat anak-anak dikala remaja bersantai. Taman untuk keluarga ini diberi tempat yang strategis dipekarangan bila pekarangannya luas (Irwan, 2008). Menurut Boediono (1985), pertumbuhan ekonomi juga didefinisikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Persentase pertambahan output itu harus lebih tinggi dari persentase pertambahan jumlah penduduk dan ada kecenderungan dalam jangka panjang bahwa pertumbuhan itu akan berlanjut. Sedangkan menurut Tambunan (1996), pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan salah satu kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan seluruh ekonomi negara Indonesia. Kemiskinan yang berlangsung terus di banyak negara di Afrika merupakan salah satu contoh dari akibat tidak adanya pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut (stagnasi). Oleh karena itu, masalah pertumbuhan ekonomi telah menjadi perhatian ekonom, baik dari negara-negara yang sedang berkembang maupun negara-negara industri maju.Teori pertumbuhan menurut ahli-ahli ekonomi klasik, ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Yaitu jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, dan tingkat teknologi yang digunakan. Mereka lebih memfokuskan perhatian pada pengaruh pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi. Misalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.Menurut pandangan dari teori Schumpeter, menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.Teori ini ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi: memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggikan efisiensi dalam memproduksikan suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran-pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan-perubahan dalam organisasi perusahaan dengan tujuan mempertinggi efisiensinya.Todaro (2000) mengatakan Ada tiga faktor atau komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi dari setiap bangsa. Ketiga faktor tersebut adalah :1. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.2. Pertumbuhan penduduk, yang pada akhirnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja.3. Kemajuan teknologi.Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi jika sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan untuk memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Sehingga dapat meningkatkan stok modal (capital stock) yang pada akhirnya akan diinvestasikan lagi dalam bentuk pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan baku. Sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan output di masa yang akan datang. Pertumbuhan penduduk yang pada akhirnya akan memperbanyak jumlah angkatan kerja, yang terjadi beberapa tahun kemudian secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi.Jumlah tenaga kerja yang besar akan menambah jumlah tenaga kerja produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar. Kemajuan teknologi dapat meningkatkan modal dan tenaga kerja. Dimana peningkatan tenaga kerja terjadi jika penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atau keterampilan kerja secara umum. Pemanfaatan Pekarangan Rumah Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan KeluargaPada ssaat ini jumlah perumahan yang ada di kota Tasikmalaya sekitar 20 titik perumahan yang siap huni dan juga dalam proses pembangunan . Ukuran rumah 72 m² dengan jmlah kamar tidur dua dan juga kamar mandi satu , maka lahan pekarangan yang tersisa adalah sekitar 2 m2 maka kita dapat memanfaatkan lahan yang sempit itu dengan Jika dengan kita menggunakan lahan pekarangan 2 m2 baik dengan menggunkan tekhnik vertikultur ataupun dengan menanam langsung tanaman tanpa media polibag atau langsung di tanah. Model, bahan, ukuran, wadah vertikultur sangat banyak, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan keinginan.Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga, dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, kaleng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi dari vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar kita. Persyaratan vertikultur adalah kuat dan mudah dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain selada, kangkung, bayam, pokcoy, caisim,cabe rawit, katuk, kemangi, tomat, pare, kacang panjang, mentimun dan tanaman sayuran daun lainnya. Dari berbagai contoh tanaman sayuran yang di papaprkan , penulis mengambil salah satu contoh yang sering naik turun harga di pasaran adalah cabe rawit di tanama dalam polibag dengan ukuran 40 cm x 50 cm dengan luas lahan 2 m2 maka , polibag yang akan disediakan adalah sekitar 30 buah polibag yang bias di tanam dengan cabe rawi 10 polibag , 10 polibag tomat , 10 polibag tanaman terung ungu , maka dalam satu halaman itu selain menimbulkan nilai estetika dan juga penganekaragaman jenis sayuran untuk pemenuhan kebutuhan keluarga Manfaat dari Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai upaya Pemenuhan Keluarga Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) merupakan program yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Di Sulawesi Selatan Program M-KRPL telah dikembangkan pada 15 kabupaten. KWT (Kelompok Wanita Tani) dalam pelaksanaan program M-KRPL. Luasan pekarangan yang dimiliki bervarisi dengan rata-rata luasan sekitar 2x3 dan 3x4 m. Jenis sayuran yang ditanam dipekarangan sebelum ada program KRPL adalah cabe dan biasanya tanpa pemeliharaan. Setelah ada program KRPL jenis sayuran yang ditanam bertambah antara lain cabai (besar dan kecil), kangkung, bayam, terong, pakcoy, selada, mentimum, dan buah-buahan seperti pepaya serta tanaman obat seperti sereh dan kunyit. Pekarangan sangat potensial untuk dijadikan lahan usaha tani sayuran sebagai "warung hidup". Disebut warung hidup karena hasil sayuran dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari tanpa harus membeli dipasar. Warung hidup dipekarangan memiliki berbagai fungsi antara lain sebagai berikut.a. Sumber vitaminVitamin adalah zat makanan yang diperlukan untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Walaupun tidak terlau besar, kebutuhan vitamin sangat penting artinya bagi tubuh manusia antara lain sebagai :- Vitamin A berperan dalam pertumbuhan fisik dan penglihatan- Vitamin B berperan dalam pertumbuhan fisik, menambah nafsu makan, penyempurnaan pencernaan, memelihara kesehatan jaringan tubuh dan membantu proses pembentukan sel-sel darah merah.- Vitamin C berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pembentukan sel-sel darah dan jaringan tubuh.- Vitamin D berperan dalam pembentukan tulang dan gigi.- Vitamin E berperan dalam hal kesanggupan untuk menghasilkan keturunan.- Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.Kekurangan vitamin dapat menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Sering terjadi didalam masyarakat kita adalah kekurangan vitamin A dan C. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan buta senja dan xerophtholmia. Akibat yang sangat serius adalah kebutaan dan tidak dapat disembuhkan lagi. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gusi berdarah. Jika kekurangan vitamin C pada masa kanak-kanak, pertumbuhan gigi geligi akan terganggu. Pada tingkat yang ringan memberikan gejala pada jaringan gusi, bisa dijumpai pada anak-anak pra sekolah.Kebutuhan akan vitamin A dan C dapat dipenuhi dari sayur-sayuran. Beberapa jenis sayaur-sayuran yang kaya akan vitamin A ( 5.000 – 18.000 SI) adalah bayam, sawi, kankung, kacang panjang, kecipir, katuk, dan kemangi. Sementara beberapa jenis sayuran yang banyak mengandung vitamin C (50 – 275 mg) adalah katuk, lobak, bayam, petsai, oyong, dan cabai hijau besar. b. Sumber MineralMineral menempati sekitar 4 % dari total berat tubuh manusia. Berdasarkan macamnya, unsur mineral yang dibutuhkan oleh manusia adalah unsur K, Na, Ca, Mg, P, S dan Cl sbagai mineral makro, serta unsure Fe, Cu, Co, Se, Zn, Cr dan Mo sebagai mineral mikro.Mineral yang berkaitan erat dengan sayuran serta apabila tidak terpenuhi akan menimbulkan masalah kesehatan adalah zat besi (Fe).Kekurangan Fe menimbulkan animea gizi yang dapat mengakibatkan produktifitas dan daya konsentrasi berkurang. Sayuran yang mengandung vitamin C berperan meningkatkan absorpsi Fe dalam usus. Jenis sayuran yang banyak mengandung zat besi antara lain bayam, kacang panjang, kecipir, lobak, kangkung, katuk, kemangi, petsai, sawi, cabai, dan wortel.c. Sumber Penganekaragaman (Diversivikasi) MakananTeori Blum mengatakan bahwa faktor perilaku sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan derajat kesehatan. Salah satu unsur yang penting dalam 4 sehat 5 sempurna adalah sayuran. Penganekaragaman (diversifikasi) makanan pada dasarnya menekankan pada konsumsi makanan yang bervariasi. Membiasakan berfikir dan bertindak dalam memilih bahan makanan atas dasar pedoman 4 sehat 5 sempurna, termasuk didalamnya sayuran penting dilakukan. Oleh karena itu penanaman pekarangan dengan aneka jenis sayuran akan merupakan sumber penganekaragaman makanan.d. Sarana KesehatanProduk sayuran kaya akan zat gizi yang dibutuhkan untuk perbaikan gizi keluarga dan sarana kesehatan masyarakat. Kampanye dengan moto "kembali ke alam" mengisyaratkan pentingnya menggunakan makanan alami, termasuk sayuran.Usaha intensifikasi pekarangan secara kontinu dengan budidaya sayuran merupakan penunjang utama tingkat konsumsi sayuran, perbaikan kualtas hidup, dan peningkatan pendapatan.e. Sarana RekreasiDalam proses penanaman tanaman cabe ataupun sayuran yang lainnya , bias di jadikan sarana rekreasi untuk mendekatkan dan meningkatkan keharmonisan keluarga , kegiatan penaman bias di lakukan pada hari libur sehingga kesenangan dan keharmonisan antar keluarga bias di ciptakan tanpa harus pergi berekreasi keluar rumah dan mengeluarkan anggaran yang lebih . Alih fungsi lahan pertanian mengakibatkan produksi dari berbagai komoditas menjadi menurun, sehingga ini mempengaruhi terhadap harga-harga barang yang tersedia di pasaran yakni imbasnya adalah tingginya harga , maka dengan solusi pemanfaatan lahan pekarangan untuk mengurangi harga tertinggi produk pertanian yang ada dipasaran. Jika satu rumah tangga melakukan dan menerapkan sistem seperti ini adalah dengan efek yang akan di rasakan dari produk, harga dan juga kemadirian masyrakat yang tidak tergantung terhadap produk yang ada di pasaran.Pemanfaatan lahan pekarangan tidak hanya terfokus dengan penggunaan menanam tanaman hortikultura, masih banyak jenis tanaman lain yang bisa ditanam di pekarangan rumah, seperti tanaman obat-obatan yakni yang sering dikenal saat ini adalah "warung hidup" , konsep yang seperti ini masih segelincir masyarakat yang mengetahuinya, dikarenaka kembali lagi dari kesadran yang dimiliki masih rendah.Berdasarkan analisis SWOT tersebut maka dapat dilakukan beberapa cara yang untuk menghindari ancaman dan meningkatkan kekuatan yang ada sehingga kesadaran dan kepedulian akan produk pertanian ini lebih meningkat secara signifikan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan diantaranya adalah menjadikan adanya rumah percontohan yang peduli akan pemanfaatan pekarangan rumah, dikarenakan pada umumnya penduduk akan mengadopsi suatu yang baru dengan cara melihat terlebih dahulu dari pemanfaatan lahan pekarangan yang terlihat lebih indah dan juga sejuk untuk dilihat pandang mata.Tingkat kesadaran penduduk harus , diiringi dengan penjelasan dan pemahan tentang keuntungan secara finansial yang dapat di datangkan dari pemanfaatan lahan pekarangan, dikarenakan suatu tindakan dalam menyadarkan tingkat kesadran penduduk harus diikutsertakan dalam pembahsan, agar penduduk lebih tertarik dalam megadopsi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan.