Pertanian/ kebun sekolah atau school farming bertujuan untuk meningkatkan gairah belajar. Tidak hanya ilmu yang berkaitan dengan aktifitas otak dan tubuh, mereka atau pihak sekolah pun menyediakan pertanian sekolah agar siswa memahami proses tanam dan proses panen, apalagi hasil berupa sayur yang sehat dapat dikonsumis melalui kantin sekolah. Area sekolah menjadi sejuk berkat tanaman yang "hinggap" di sudut gedung, pasokan oksigen pun optimal, dan kanting sekolah mendapatkan bahan makanan yang segar tanpa mengeluarkan biaya lebih untuk membeli di lain tempat. Terdapat selada, sawi, ikan, bahkan ayam dan kambing. Keberadaan hewan ternak akan memudahkan dalam proses belajar, khusunya ilmu pengetahuan alam, lingkungan hidup, bahasa, ilmu sosial, dan juga matematika. Peran halaman sekolah lambat-laun mulai berkembang. Tidak hanya digunakan sebagai taman dan lapangan olahraga, halaman sekolah pun dapat dijadikan kebun vertikultur, apotek hidup, ladang energi matahari, dan pertanian hidroponik. Segala jenis sayuran seperti mentimun, kacang panjang, buncis, terong, bahkan buah-buahan berhasil dipanen dan dapat dijual. Saat bibit adenium dan anthurium bermunculan di pasar, mereka mendapatkan pemasukan mencapai 18-juta dalam satu bulan. Murid dan guru memiliki pemikiran yang sama, yaitu kreatifitas tanpa batas. Di tiap tembok sekolahan telah berganti busana menjadi gambar atau mural pohon-pohon dan mereka sebut "Hutan Sekolah". Kegiatan di luar sekolah pun termasuk penting, di saat siswa kian sulit meninggalkan komputer dan gawai. Di Kota kota besar, konon kabar yang beredar hanya 30% anak yang suka belajar di luar kelas. Kenikmatan duduk di dalam ruang yang sejuk, fasilitas berupa internet dan komputer membuat anak kurang berminat untuk menikmati hawa panas di lapangan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi provokator pertanian, peternakan, dan juga para guru. Guru bukanlah sumber ilmu satu-satunya. Keberadaan ruang kelas dibuat dinamis dan sekolahan lebih hidup bila idisi dengan segala jenis kegiatan. Pendidikan dasar lebih mengutamakan topik daripada mata pelajaran yang terpisah. Salah satunya adalah kepekaan terhadap lingkungan; bertani, berkebun, dan berternak.Anak-anak perlu akrab dengan tumbuhan dan hewan di sekitar mereka. Bisa juga cinta mereka dapat dilipatgandakan terhadap satwa peliharaan atau pun memperkenalkan satwa liar secara langsung. Anak-anak tak jangan sampai diberi ruang batas dan tidak perlu menghindari sengatan sinar matahari dan berbasah-basah. Pertanian dan peternakan di sekolah dapat memberikan peluang mengenal dan membangung kehidupan nyata sebagai proses ketahanan pangan dan energi sebagai tantangan utama generasi selanjutnya. Mulai dari menanam sayur dan buah untuk kebutuhan mereka sendiri, hingga menyediakan bahan pangan untuk kepentingan bersama. Acara Sosialisasi ini diadakan di BPP Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sungai Penuh Bapak Ir. Herman, MM dan dihadiri Oleh Kepala Sekolah Dasar dan Guru dari Sekolah Dasar yang ada di Kota Sungai Penuh, Penyuluh Lapangan sebagai Pendamping. Ditulis Oleh : Robby Asti Pratama, SP (Admin SIMPP Kota Sungai Penuh)