Loading...

SOSIALISASI PEMBUATAN KOMPOS DI KELURAHAN SELATPANJANG KOTA KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI.

SOSIALISASI PEMBUATAN KOMPOS DI KELURAHAN SELATPANJANG KOTA KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI.
Sampah merupakan material sisa baik dari hewan, manusia, maupun tumbuhan yang tidak terpakai lagi dan dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan, cair ataupun gas. Berdasarkan sifatnya sampah dapat dibedakan menjadi :Sampah organik - dapat diurai (degradable)Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.Contohnya : Daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran hewan dan manusia, Sisa makanan, Sisa manusia. kardus, kertas dan lain-lain.Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.Semakin tingginya jumlah sampah orhanik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara. Untuk mengatasi besarnya sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Teknologi pengomposan saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organik, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kota-kota besar. Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, seperti menjadikan hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Berdasarkan latar belakang tersebut Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tebing Tinggi mengadakan sosialisasi pembuatan pupuk kompos berbahan limbah sayuran yang ada dipasar berlokasi di Pasar Baru Kelurahan Selatpanjang Kota. Dalam kegiatan tersebut disampaikan ke masyarakat bahwa limbah sayur-sayuran bisa dimanfaatkan untuk dibuat menjadi kompos. Selain itu dilakukan penjelasan mengenai kompos beserta manfaatnya dan melakukan demonstrasi secara langsung pembuatan kompos dari limbah sayur-sayuran. Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan mengenai kompos disela-sela demonstrasi pembuatan kompos berlangsung.Dengan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tebing Tinggi diharapkan masyarakat dapat mengurangi sampah dengan memanfaatkan limbah organik sebagai kompos dan apabila dikembangkan dapat dijadikan usaha pembuatan kompos.