Loading...

SOSIALISASI PENBGEMBANGAN MIE SAGU IKAN ANEKA WARNA DAN RASA (PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT) DI DESA BANGLAS BARAT KECAMATAN T

SOSIALISASI PENBGEMBANGAN MIE SAGU IKAN ANEKA WARNA DAN RASA (PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT) DI DESA BANGLAS BARAT KECAMATAN T
Oleh : Nursita Apriani, SPPPL Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau bersama dengan Kontak Tani Nelayan ANdalan (KTNA) Kabupaten Kepulauan Meranti mengadakan Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Mie Sagu Ikan Aneka Warna dan Rasa (Program Kemitraan Masyarakat) di Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau, Ketua KTNA Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus Kepala Desa Banglas Barat Asnawi Nazar, SPi, Usaha Kecil Menengah (UKM) Pengolah Tepung Sagu di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kordinator PPL dan PPL Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau yaitu Bapak Sahrul dan Pembukaan acara kegiatan Sosialisasi Pengembangan Mie Sagu Ikan Aneka Warna dan Rasa (Program Kemitraan Masyarakat) oleh Ketua KTNA Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus Kepala Desa Banglas Barat Asnawi Nazar, SPi dan dilanjutkan dengan pemaparan Materi Oleh Prof. Dr. Dewita, MS tentang Mie Sagu Ikan Aneka Warna dan Rasa dan Praktek Langsung pembuatan Mie Sagu Ikan Aneka Warna dan Rasa oleh narasumber dari Balai Penelitian dan Pengembangan Propinsi Riau. Mie sagu merupakan salah satu kuliner khas daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Mie Sagu sudah terkenal dan dikonsumsi masyarakat sekitar dari zaman nenek moyang hingga sampai saat ini. Mie yang terbuat dari tepung sagu ini diambil dari pohon-pohon sagu yang tumbuh secara alami maupun dibudidayakan di daerah tersebut.Hal yang membuat mie sagu berbeda dengan mie-mie lainnya adalah sensasi rasa yang khas, kenyal dan mudah membuat perut kenyang ketika dikonsumsi. Salah satu kelemahan Mie Sagu Kabupaten Kepulauan Meranti antara lain :• Kadar air masih tinggi sehingga dapat menjadi media tumbuh bakteri• Warna Mie sagu kurang menarik• Kandungan protein yang masih rendah 0.6 %• Dikemas dengan plastik yang tipis yang menyebabkan oksigen keluar masuk bebas maka menyebabkan timbulnya jamur. Berdasarkan dengan kelemahan tersebut diatas maka dibuat suatu inovasi baru agar mie sagu dapat tahan lama, warnanya menarik dan kandungan proteinnya bertambah. Agar mie sagu dapat bertahan lama maka dibuat menjadi Mie Sagu instans dengan kadar air dibawah 5% sehingga masa simpan menjadi panjang dan dapat disimpan lama. Mie Sagu diberi warna dengan menggunakan penambahan warna makanan buatan contohnya warna hijau dari perasan air daun suji atau prasan air daun sawi, warna merah dari perasan air buah naga, atau penambahan pewarna makanan yang dibenarkan. Dan untuk penambahan protein pada mie sagu berdasarkan uji penelitian dengan ditambahkan 10 % tepung ikan, tepung udang, tepung teri.Cara pembuatan Mie Sagu Kering Aneka Rasa dan Warna :Bahan-bahan :• 1 Kg tepung sagu Kering• 1 Gram tepung ikan (patin, udang, teri)• 200 mL Air• 10-15 tetes pewarna makananCara pembuatannya :• Tepung sagu dan teoung ikan diaduk sampai rata kemudian air ditambah yang sudah ditambah dengan pewarna makanan dicampur ke acmpuran tepung dan diaduk hingga merata.• Kemudian siapkan kain blacu dan masukan adona tepung, bungkus rapat dan dikukus selama 30 menit.• Setelah dikukus cetak dengan menggunakan mesin pencetak Mie Instan dan setelah itu dijemur dibawah sinar matahari.• Setelah kering mie sagu bias dibuat dengan menggunakan bumbu olahan.