Penggunaan Insektisida secara berlebihan berdampak timbulnya resurgensi hama sasaran dan pencemaran lingkungan pertanian, sehingga Pengendalian Hama Terpadu (PHT) perlu dilakukan.Penerapan PHT adalah untuk membatasi penggunaan insektisida sintetis dengan memperkenalkan konsep ambang ekonomi sebagai dasar penetapan pengendalian hama.Pengenalian hama terpadu merupakan suatu metode yang mengandung prinsip dasar yang menjadi pegangan para pengguna /pelaku utama,menciptakan kondisi yang optimal bagi lingkungan tanam sehingga hama tidak menjadi masalah. Tujuan PHT pengurangan resiko pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan, populasi OPT dan kerusakan tanaman secara ekonomis tidak merugikan Sosialisasi PPHT sekala luas (tanaman padi) diselenggarakan Rabu,25 April 2018 di desa Sungai Raya untuk wilayah Kec.Cerbon,yang dihadiri oleh kelompok tani beserta anggota, Penyuluh Pertanian, Mantri tani, Camat Cerbon dan Jajaran Dinas Pertanian TPH Batola, jumlah peserta ± 60 orang, acara ini kegiatan dari BPTPH Prov KalSel, tujuannya untuk mensosialisasikan dan mendiskusikan pengendalian hama terpadu khususnya pada tanaman padi. Kenapa dilaksanakan di Kecamatan Cerbon karena wilayah ini pendapatan terbesar pada bidang pertanian dan daerah ini endemis tungro setiap tahun. Kegiatan PPHT dibuka resmi oleh Camat Cerbon, dalam sambutan beliau menghimbau bahwa bagaimana warga masyarakat Cerbon mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan salah satu cara nya dengan PPHT Skala luas pada tanaman padi . dalam diskusi dengan peserta, banyak petani yang mengalami serangan tungro pada tanaman mereka. Pengendalian penyakit tungro di wilayah ini, petani menerima bantuan pestisida alami. Pestisida alami yang diberikan adalah bibit bunga2 an ( tanaman refugia), pestisida dari bakteri akar bambu (PGPR),pestisida dari daun nimba dan sirsak. Kesepakan juga bila tanaman yang terserang dipertanaman disarankan dicabut dan dibenamkan dalam tanah, agar wereng hijau sebagai vector penyebaran tidak tersebar ketanaman lain dan disemprot kan dgn insektisida.Penyemprotan dilakukan secara serentak pada hamparan yang ditanam. Kesimpulan diskusi diharapkan 1 kelompok melakukan pengamatan 1 ha hamparan, terdata 5 kelompok terdiri 5 orang anggota akan melakukan pengendalian hama terpadu secara alami. Pengelolaan secara ramah lingkungan, dengan bahan yang disekitarnya tentunya biaya lebih murah. Disarankan mengurangi pemberian pupuk an organic, pestisida kimia, sehingga dengan mengurangi penggunaan berangsur angsur kearah padi organik.Demikian sekilas sosialisasi PPHT di Desa Sei Raya, semoga bermanfaat. Penulis : Hj.Mas Indrayani Diyah,STP- KJF Dinas Pertanian TPH BatolaSumber berita : BPP Cerbon.