Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Pengertian penyuluhan dalam arti umum adalah ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat terwujud perubahan yang lebih baik sesuai yang diharapkan. Dalam Undang-undang No.16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, disebutkan bahwa Penyuluh adalah perorangan warga Indonesia yang melakukan kegiatan Penyuluhan di bidang Pertanian, baik merupakan penyuluh PNS, Swasta, maupun Swadaya. Untuk lebih memahami dalam tentang peran penyuluh pertanian sebagai tolak ukur meningkatkan kualitas dan kuantitas seorang penyuluh yang diharapkan dapat meningkatkan SDM ( petani ) sehingga mampu mengelola SDA yang ada secara insentif demi tercapainya Ketahana Pangan dan Ketahan Ekonomi, maka terjalin suatu kerjasama antar Bakorluh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku Fasilitator dengan Pihak Lembaga Tinggi STPP Bogor dalam rangka Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ( STPP ) Bogor Tahun 2012-2013. Hadir dalam pertemuan sosialisasi tersebut Dr.Ir.ROFIKO H.MUKMIN selaku Kepala Sekretariat Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan beberapa pejabat fungsional Bakorluh, sedangkan dari Lembaga Perguruan Tinggi STPP Bogor dihadiri oleh beberapa Dosen antara lain Dr.Lukman Effendy, M.Si, Iis Soriah Ace,S.Pt, M.Si, Doni Mariyanto,SE serta dihadiri pula oleh beberapa pejabat selaku perwakilan Instansi/Badan/ Dinas Kota dan Kabupaten. Diawal kesempatan tersebut Kepala Sekretariat Bakorluh menyampaikan beberpa hal,antara lain: 1. Jumlah tenaga penyuluh yang belum memenuhi kebutuhan sehingga perlunya menambah tenaga penyuluh seiring dengan Program Pemerintah " Satu Desa Satu Penyuluh". 2. Petani perlu mengadopsi prinsip agribisnis agar memperoleh pendapatan lebih besar dari hasil usaha taninya. Prinsip dan teknologi yang terkait agribisnis harus dikembangkan dan dipelajari oleh Penyuluh. Penyuluh Pertanian di masa depan tidak terbatas pada apek teknologi produksi pertanian saja, tetapi jauh lebih luas meliputi aspek ekonomi, teknologi pasca panen, pengolahan, pengemasan, dan lain-lain. Kerjasama dengan Badan-badan yang menangani pengolahan dan produk-produk olahan itu juga sangat perlu dilakukan sehingga nantinya diharapkan dapat meminimalkan import beras dan kedelai dari Negara Luar yang saat ini masih dilakukan dalam rangka mememnuhi kebutuhan pangan oleh Pemerintah Indonesia. Lebih lanjut dikatakan oleh Kepala Sekretariat Bakorluh, yang paling penting dan sangat diharapkan adalah dalam mengatasi berbagi kendala pelaksanaanrevitalisasi penyuluhan diperlukan kerja dan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait yaitu PEMDA yang diharapkan dapat menganggarkan biaya Pendidikan untuk Penyuluh, Institusi Pendidikan yakni STPP Bogor untuk meningkatkan Kuota Beasiswa, beserta seluruh masyarakat khusunya para pelaku pertanian sebagi objek dari pelaksanaan program ini. Dr. Lukman Effendy,M.Si selaku Dosen STPP Bogor secara ringkas menyampaikan bahwa pada bulan Juni 2013 LS PPP melakukan Sertifikasi untuk 1400 Penyuluh Nasional. Peran institusi pendidikan sebagai sumber penemuan ilmu, inovasi, dan teknologi, serta sebagai Wujud pengabdian institusi terhadap masyarakat maka untuk mewujudkan hal tersebut STPP Bogor telah menyiapkan dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang Penyuluhan Pertanian yang berwawasan Agribisnis, dengan penguasaan teknis dan manjerial yang mampu secara mandiri mengelola dan mengembangkan sistem dan usaha agribisnis secara produktif, efektif, efisien untuk menunjang pembangunan pertanian. Materi teori perkuliahan yang diajarkan tidaklah cukup kalau tidak diimbangi dengan praktikum dilapangan, untuk itu STPP Bogor telah membangun beberapa fasilitas penting" ada kampus penelitian, kawasan wisata Ilmiah, IRRI, Balai Penelitian Agro klima, BBP2TP, Puslitbang Perkebunan, Balai Besar Pasca Panen, Balai Penelitian tanaman Rempah dan Obat, Balai Besar Biotek, ada pemancar Radio, dan lain-lain", kata Dr.Lukman Effendy,M.Si Untuk itu pada tahun 2012-2013 ini STPP Bogor menerima Mahasiswa Baru Diploma IV dengan Program Pendidikan yang ditawarkan, yakni: 1. Program Studi Penyuluhan Pertanian 2. Program Studi Penyuluhan Peternakan 3. Program Studi Penyuluhan Perkebunan Serta Program Ahli jenjang D.III ke D.IV yakni: 1. Program Studi Penyuluhan Pertanian 2. Program Studi Penyuluhan Peternakan info lebih lanjut kunjungi Website : www.stop-bogor.ac.id/pmb.stop-bogor.ac.id sumber : Ridwansyah ( admin Bakorluh Babel )