Loading...

SOSIALISASI PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI USAHA TANI DAN PERPIPAAN DI DINAS PERTANIAN BULELENG

SOSIALISASI PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI USAHA TANI DAN PERPIPAAN DI DINAS PERTANIAN BULELENG
Kemis, 8 Maret 2017, Pelaksanaan sosialisasi program perbaikan jaringan irigasi usaha tani di Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dilaksanakan di Balai Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Jalan A. Yani Singaraja. Melibatkan Kelian subak yang mendapat program tersebut.Nara sumber yang memberikan sosialisasi adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, dan Kepala Seksi Produksi dan Alsintan dengan materi sesuai dengan tujuan dilakukan sosialisasi yakni pelaksanaan dan mensukseskan program P2BN.Kepala Dinas Pertanian dalam arahannya menyampaikan beberapa pesan kepada para ketua kelompok tani yaitu, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Telah banyak bantuan yang diberikan dapat memberikan hasil yang lebih baik, mampu melakukan efisiensi kerja dilapangan.Terkait gapoktan yang menerima program PUAP, dana tersebut tetap dipantau oleh pemerintah pusat, dengan demikian temen PPL tetap untuk tetap melakukan bimbingan dan mendampingi gapoktan terhadap pengelolaan keuangan dan administrasi. PMT yang statusnya telah diputus kontraknya, dari kontrak pusat menjadi kontrak daerah dan masih tetap melakukan pendampingan diwilayah bersama PPL, hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi pemasaran bidang sarana dan prasarana Pertanian.Kabid Sarana dan Prasarana drh, Arya Citra, menyampaikan beberapa hal terkait bantuan yang telah diberikan agar ketua kelompok yang mewakili kelompoknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas telah dikucurkan dana sampai dilokasi kelompok tani, Surat bias dilayangkan ke Kementrian Pertanian, Gubernur Bali, Bupati Buleleng dan kepada BPP kecamatan Sementara itu Kabid Sarana dan prasarana menegaskan Rehab jaringan irigasi seluas 1000 Ha, di Kabupaten Buleleng dan telah dilokasikan dimasing masing Kecamatan, dari sumber Dana APBN dengan besaran wilayah Jawa Bali, dengan jumlahnya Rp 1.100.000.- Target pengerjaan bulan Juli 2017 diharapkan sudah selesai realisasi, dan diharapkan agar disain sederhana dan selanjutnya akan dibawa ke dinas PU, untuk pembuatan SID. Berbagai persiapan dikelompok yang akan dilayani seluas minimal 15 Ha setiap kelompok Tani. Tujuan rehab irigasi mampu meningkatkan Indek Pertanaman 0,5. Atau setidaknya tetap mempertahankan IP 2. Foto 0 persen agar kelompok ikut mengukur, petugas pertanian Kecamatan dapat memberikan arah pengerjaan. Bila ada perubahan gambar atau lainnya agar segera dilaporkan. Membuat buku kas harian agar dibuat dengan baik. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mengungkapkan Sebaiknya jaringan dibuat menggunakan beton cor. Dari segi bahan akan lebih mudah dibawa kelapangan, dan lebih mudah dikerjakan, dan panjangsaluran dapat lebih panjang. Kalau tidak bias dengan beton cor dapat meng gunakan batu kali, ketebalan beton cor minimal 10 cm. ketinggian tergantung tingginya saluran. Jika pasangan batu kali minimal ketebalan 30 cm dan diperkenankan konstruksi jalur irigasi talang, dengan kontruksi semen dan pasir. ( I Nyoman Sudrana SP ) Kemis, 8 Maret 2017, Pelaksanaan sosialisasi program perbaikan jaringan irigasi usaha tani di Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dilaksanakan di Balai Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Jalan A. Yani Singaraja. Melibatkan Kelian subak yang mendapat program tersebut.Nara sumber yang memberikan sosialisasi adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, dan Kepala Seksi Produksi dan Alsintan dengan materi sesuai dengan tujuan dilakukan sosialisasi yakni pelaksanaan dan mensukseskan program P2BN.Kepala Dinas Pertanian dalam arahannya menyampaikan beberapa pesan kepada para ketua kelompok tani yaitu, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Telah banyak bantuan yang diberikan dapat memberikan hasil yang lebih baik, mampu melakukan efisiensi kerja dilapangan.Terkait gapoktan yang menerima program PUAP, dana tersebut tetap dipantau oleh pemerintah pusat, dengan demikian temen PPL tetap untuk tetap melakukan bimbingan dan mendampingi gapoktan terhadap pengelolaan keuangan dan administrasi. PMT yang statusnya telah diputus kontraknya, dari kontrak pusat menjadi kontrak daerah dan masih tetap melakukan pendampingan diwilayah bersama PPL, hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi pemasaran bidang sarana dan prasarana Pertanian.Kabid Sarana dan Prasarana drh, Arya Citra, menyampaikan beberapa hal terkait bantuan yang telah diberikan agar ketua kelompok yang mewakili kelompoknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas telah dikucurkan dana sampai dilokasi kelompok tani, Surat bias dilayangkan ke Kementrian Pertanian, Gubernur Bali, Bupati Buleleng dan kepada BPP kecamatan Sementara itu Kabid Sarana dan prasarana menegaskan Rehab jaringan irigasi seluas 1000 Ha, di Kabupaten Buleleng dan telah dilokasikan dimasing masing Kecamatan, dari sumber Dana APBN dengan besaran wilayah Jawa Bali, dengan jumlahnya Rp 1.100.000.- Target pengerjaan bulan Juli 2017 diharapkan sudah selesai realisasi, dan diharapkan agar disain sederhana dan selanjutnya akan dibawa ke dinas PU, untuk pembuatan SID. Berbagai persiapan dikelompok yang akan dilayani seluas minimal 15 Ha setiap kelompok Tani. Tujuan rehab irigasi mampu meningkatkan Indek Pertanaman 0,5. Atau setidaknya tetap mempertahankan IP 2. Foto 0 persen agar kelompok ikut mengukur, petugas pertanian Kecamatan dapat memberikan arah pengerjaan. Bila ada perubahan gambar atau lainnya agar segera dilaporkan. Membuat buku kas harian agar dibuat dengan baik. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mengungkapkan Sebaiknya jaringan dibuat menggunakan beton cor. Dari segi bahan akan lebih mudah dibawa kelapangan, dan lebih mudah dikerjakan, dan panjangsaluran dapat lebih panjang. Kalau tidak bias dengan beton cor dapat meng gunakan batu kali, ketebalan beton cor minimal 10 cm. ketinggian tergantung tingginya saluran. Jika pasangan batu kali minimal ketebalan 30 cm dan diperkenankan konstruksi jalur irigasi talang, dengan kontruksi semen dan pasir. ( I Nyoman Sudrana SP ) Kemis, 8 Maret 2017, Pelaksanaan sosialisasi program perbaikan jaringan irigasi usaha tani di Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dilaksanakan di Balai Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Jalan A. Yani Singaraja. Melibatkan Kelian subak yang mendapat program tersebut.Nara sumber yang memberikan sosialisasi adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, dan Kepala Seksi Produksi dan Alsintan dengan materi sesuai dengan tujuan dilakukan sosialisasi yakni pelaksanaan dan mensukseskan program P2BN.Kepala Dinas Pertanian dalam arahannya menyampaikan beberapa pesan kepada para ketua kelompok tani yaitu, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Telah banyak bantuan yang diberikan dapat memberikan hasil yang lebih baik, mampu melakukan efisiensi kerja dilapangan.Terkait gapoktan yang menerima program PUAP, dana tersebut tetap dipantau oleh pemerintah pusat, dengan demikian temen PPL tetap untuk tetap melakukan bimbingan dan mendampingi gapoktan terhadap pengelolaan keuangan dan administrasi. PMT yang statusnya telah diputus kontraknya, dari kontrak pusat menjadi kontrak daerah dan masih tetap melakukan pendampingan diwilayah bersama PPL, hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi pemasaran bidang sarana dan prasarana Pertanian.Kabid Sarana dan Prasarana drh, Arya Citra, menyampaikan beberapa hal terkait bantuan yang telah diberikan agar ketua kelompok yang mewakili kelompoknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas telah dikucurkan dana sampai dilokasi kelompok tani, Surat bias dilayangkan ke Kementrian Pertanian, Gubernur Bali, Bupati Buleleng dan kepada BPP kecamatan Sementara itu Kabid Sarana dan prasarana menegaskan Rehab jaringan irigasi seluas 1000 Ha, di Kabupaten Buleleng dan telah dilokasikan dimasing masing Kecamatan, dari sumber Dana APBN dengan besaran wilayah Jawa Bali, dengan jumlahnya Rp 1.100.000.- Target pengerjaan bulan Juli 2017 diharapkan sudah selesai realisasi, dan diharapkan agar disain sederhana dan selanjutnya akan dibawa ke dinas PU, untuk pembuatan SID. Berbagai persiapan dikelompok yang akan dilayani seluas minimal 15 Ha setiap kelompok Tani. Tujuan rehab irigasi mampu meningkatkan Indek Pertanaman 0,5. Atau setidaknya tetap mempertahankan IP 2. Foto 0 persen agar kelompok ikut mengukur, petugas pertanian Kecamatan dapat memberikan arah pengerjaan. Bila ada perubahan gambar atau lainnya agar segera dilaporkan. Membuat buku kas harian agar dibuat dengan baik. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana mengungkapkan Sebaiknya jaringan dibuat menggunakan beton cor. Dari segi bahan akan lebih mudah dibawa kelapangan, dan lebih mudah dikerjakan, dan panjangsaluran dapat lebih panjang. Kalau tidak bias dengan beton cor dapat meng gunakan batu kali, ketebalan beton cor minimal 10 cm. ketinggian tergantung tingginya saluran. Jika pasangan batu kali minimal ketebalan 30 cm dan diperkenankan konstruksi jalur irigasi talang, dengan kontruksi semen dan pasir. ( I Nyoman Sudrana SP )